Masjid Raya Diresmikan, Anies Barharap Tak Ada Kepentingan

Anies Baswedan.
Sumber :
  • VIVA.co.id/ Rintan Puspitasari.

VIVA.co.id – Calon Gubernur DKI Jakarta, Anies Rasyid Baswedan, angkat bicara mengenai peresmian Masjid Raya KH Hasyim Asyari, Cengkareng, Jakarta Barat, oleh Presiden Joko Widodo, Sabtu, 15 April 2017.

Tanpa perlu membicarakan lagi manfaat dari masjid raya ini, Anies justru meminta pemerintah netral dan tidak mengarahkan momen peresmian Masjid Raya kepada kampanye Pilkada DKI Jakarta putaran dua.

"Kalau bagi kami yang penting pemerintah menjaga netralitas," kata Anies di Tebet Barat, Jakarta Selatan, Sabtu, 15 April 2017.

Anies juga meminta kepada pemerintah agar jujur dan tidak ada keperpihakan. Karena kontestasi pesta demokrasi Pilkada DKI Jakarta memberikan kesempatan kepada warganya untuk memilih para pasangan calon.

"Jadi netral jujur, jangan ada tawaran-tawaran manipulasi. Himbauan saya mari kita jaga netralitas di peresmian masjid," ujarnya.

Kendati demikian, Anies percaya bahwa Presiden Jokowi akan bekerja sebagai kepala negara dan tidak ada kaitannya dengan pemilihan gubernur DKI Jakarta.

"Saya yakin Pak Presiden itu sangat bijak," katanya.

Masjid seluas 2,4 hektare ini diberi nama dari pendiri organisasi Islam Nahdlatul Ulama, KH Hasyim Asyari, yang merupakan kakek dari Presiden RI ke-4, Abdurahman Wahid (Gus Dur). Jokowi mengatakan, dengan digunakannya nama KH Hasyim Asy'ari, Masjid Raya Jakarta ini menjadi simbol juga bagi Jakarta, sebagai ibu kota Indonesia yang warganya beragam.

"KH Hasyim Asy'ari adalah tokoh agama yang ramah dan moderat. Kita perlu meneladani jasa beliau dalam meletakkan nilai-nilai ke-Islaman dan agama, sesuai prinsip rahmatan lil alamin. Ini relevan dengan fakta Indonesia, negara yang majemuk, plural, dan penuh keragaman. Dengan demikian, ini (Masjid Raya Jakarta), simbol Islam yang ramah. Simbol keberagaman Kota Jakarta pada khususnya, dan Indonesia pada umumnya," ujar Jokowi. (one)