Situasi Menyeramkan di Instagram Saat Bom Meledak

Irjen M Iriawan.
Sumber :
  • VIVA.co.id/Ikhwan Yanuar

VIVA.co.id – Dua bom meledak dalam waktu 10 menit di sekitar halte Bus TransJakarta di Terminal Kampung, Melayu, Jakarta Timur. Lima orang  yang tiga di antaranya anggota kepolisian gugur akibat terkena ledakan yang terjadi Rabu malam, 24 Mei 2017.

Kondisi Jakarta terutama sekitar lokasi ledakan bom bunuh diri terlihat begitu mencekam. Puluhan anggota kepolisian bersenjata laras panjang hilir mudik. Sesekali terdengar suara sirine ambulan yang membawa korban-korban luka ke rumah sakit terdekat.

Tapi, suasana di lokasi masih lebih baik dari pada suasana di dunia maya. Beberapa saat setelah ledakan terjadi, suasana di media sosial terutama Instagram, begitu menyeramkan.

Bagaimana tidak, berdasarkan pantauan VIVA.co.id, sejak bom meledak, di media sosial yang mengutamakan interaksi foto dan video, bermunculan banyak sekali foto dan video menyeramkan tentang kondisi korban.

Entah siapa yang memulai, foto dan video korban-korban ledakan bom langsung membanjiri halaman Instagram. Apalagi dicari dengan menggunakan kata kunci #kampungmelayu.

Banyak sekali foto dan video potongan tubuh korban ledakan bom yang diunggah. Anggota polisi yang bersimbah darah. Anehnya, para penyebar foto dan video ini, seolah tak merasa iba dan takut dengan pemandangan yang terekam di foto dan video itu. Mereka saling berlomba untuk menjadi yang tercepat menyebarkan foto dan video korban ledakan bom. Meski foto dan video itu bukan hasil bidikan mereka.

Padahal, tak sedikit pula pengguna Instagram yang mengingatkan agar tak lagi menyebar foto dan video korban ledakan bom. Bahkan, Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara dengan tegas telah memberikan pernyataan agar foto dan video insiden itu tak disebarluaskan.

Menurut Rudiantara, penyebaran foto seperti itu justru akan memberikan angin segar bagi pelakunya.  Tak hanya itu saja, Rudiantara mengatakan, viralnya foto korban dapat memicu ketakutan masyarakat.

"Jangan sebarkan atau viralkan foto korban di media mana pun. Penyebaran foto (korban) seperti memberi oksigen bagi tujuan membuat ketakutan di masyarakat. Dukung dan beri ruang seluasnya bagi Polri untuk bekerja," kata Rudiantara, Kamis 25 Mei 2017.

Meski telah banyak netizen yang mengecam penyebaran foto korban, namun masih banyak masyarakat yang tetap mengunggah foto-foto viral tersebut di akun media sosialnya. Hal ini dikhawatirkan akan timbul anggapan yang menyatakan para netizen tersebut menyalahi aturan UU ITE.

"Pemerintah tentu tidak ingin menakuti masyarakat dengan UU ITE atas ketakutan yang sudah terjadi. Namun kita harus bisa empati kepada korban. Bagaimana kalau korban bom itu keluarga kita? Pemerintah mengutamakan sosialisasi kepada masyarakat," ujarnya.