Wajah Semanggi Dulu dan Kini

Simpang Susun Semanggi
Sumber :
  • ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan

Tahap pembangunan Simpang Susun Semanggi

Proyek Simpang Susun Semanggi dibangun tanpa menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) DKI Jakarta. Biaya pembangunan proyek itu dari kompensasi atas pelampauan nilai koefisien lantai bangunan yang diperoleh dari pihak swasta. Proyek dibangun dengan dana Rp360 miliar dari perusahaan pengembang.

Peletakkan batu pertama proyek tersebut dilakukan pada Jumat, 8 April 2016. PT Wijaya Karya Tbk ditunjuk sebagai pemenang tender untuk membangun jalan layang tersebut. Dua ramp (jalan) itu masing-masing memiliki panjang 796 meter dan 826 meter.  

Simpang Susun Semanggi merupakan pengembangan dari Jembatan Semanggi yang telah ada. Jembatan berbentuk seperti daun Semanggi itu berdiri kokoh di antara Jalan Jenderal Sudirman dan Jalan Gatot Subroto, Jakarta. 

Sebelum dibangun Simpang Susun Semanggi

Seperti dilansir jakarta.go.id (berdasarkan data dari pustaka.pu.go.id 2014), jembatan itu dibangun pada 1961. Jembatan dengan panjang 1.509 meter tersebut dibangun atas usulan Ir. Soetami sebagai Menteri  Pekerjaan Umum di era Presiden Soekarno. 

Pembangunan terkait dengan rencana Jakarta yang menjadi tuan rumah acara Asian Games IV.  Sebab, adanya even olahraga se-Asia itu dinilai berpotensi menimbulkan kemacetan sehingga perlu membangun sebuah jembatan layang yang kemudian dikenal sebagai Jembatan Semanggi. 

Jembatan tersebut berpola daun semanggi. Jembatan memiliki konstruksi perlintasan tidak sebidang yang menghubungkan empat arah perlintasan jalan, baik dari arah timur, barat, utara dan selatan.