Stadion BMW Pusat Olahraga Terpadu, Bukan untuk Komersil

Peresmian pembangunan stadion di kawasan eks Taman BMW, Jakarta Utara.
Sumber :
  • VIVA/Eduard

VIVA.co.id – Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat memastikan, bangunan Stadion BMW, Sunter, Jakarta Utara, bakal diperuntukan bagi markas tim sepakbola Persija.

Namun, ia mempersilakan perhelatan cabang olahraga bertaraf Internasional bisa mempergunakan stadion tersebut. Hal ini sebagai alternatif karena selama ini hanya mengandalkan Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta Pusat.

Sehingga, ia meminta lahan yang dimiliki Pemerintah Provinsi DKI itu bisa digunakan oleh semua pihak yang berkeinginan tempat tersebut dijadikan acara olahraga. 

"Jadi, tidak hanya Stadion Persija tapi kegiatan yang bersifat olahraga internasional juga boleh pakai," kata Djarot di kawasan Stadion BMW, Jakarta Utara, Sabtu 9 September 2017.

Ia mengatakan, Stadion BMW bakal menjadi kebangganan masyarakat Jakarta dan menunjang prestasi atlet Ibu Kota. Dengan luas sekitar hampir 66 hektar, stadion tersebut bisa menampung lebih dari 35 ribu penonoton karena telah disesuaikan standar kapasitas internasional.

"Karena di sini ada stadion utama (Gelora Bung Karno) yang mampu menampung 80-90 ribu (penonton). Tapi ada juga untuk latihan, tapi stadion utama hanya untuk level nasional, dan internasioanal," ujarnya. 

Selain bangunan fisik, mantan Wali Kota Blitar itu juga mengingatkan adanya ruang terbuka hijau di sekitar kawasan stadion. Djarot menegaskan, pusat olahraga terpadu di Stadion BMW dapat dipergunakan sebaik mungkin dan bukan untuk kepentingan komersil. 

"Kawasan ini harus betul-betul hijau (RTH). Perlu diingat tidak ada rencana bangun hotel dan mal. Ada lapangan indoor dan outdoor bola voli pasir," kata dia. (mus)