Salat Gerhana, Doa Gubernur Sumbar: Jauhkan Perilaku LGBT

Gubernur Sumatera Barat, Irwan Prayitno.
Sumber :
  • Andri Mardiansyah/VIVA.co.id

VIVA – Gubernur Sumatera Barat, Irwan Prayitno mengajak masyarakat untuk menjadikan fenomena Gerhana Bulan Langka yang terjadi semalam sebagai bahan introspeksi diri untuk berserah ke jalan Allah.
 
Hal ini disampaikan Irwan Prayitno saat memberikan arahan dalam penyelenggaraan Salat Gerhana Bulan di Masjid Raya Sumatera Barat, Rabu malam, 31 Januari 2018 

"Gerhana bulan terjadi ratusan tahun, proses alam yang terjadi, Nabi menyuruh kita umatnya agar bertafakur menyikapi peristiwa alam ini dan berzikir untuk berharap Rahmat Nya,"katanya

Irwan menegaskan, walau langka, namun peristiwa gerhana bulan ini merupakan hal yang biasa. Maka demikian dihimbau kepada masyarakat agar tidak menjadikan fenomena ini sebagai sesuatu yang mistik dan syirik yang dapat menyesatkan karena itu sangat dilarang oleh Allah.  

"Melalui peristiwa ini mari kita introspeksi diri, agar keluarga kita terhindar dari perilaku yang menyimpang seperti LGBT yang sangat dibenci Allah. Mudah-mudahan dengan menjalani ibadah Salat Sunnah kita dapat selamat dunia akhirat.

Seperti diketahui, berdasarkan pengamatan dan analisa BMKG, kontak pertama antara bulan dan bayangan bumi mulai pada pukul 17.49 WIB, sebagian mulai terjadi pada pukul 18.48 WIB, gerhana total mulai pada pukul 19.51 WIB, puncak gerhana pukul 20.29 WIB, gerhana total berakhir pada pukul 21.08 WIB, gerhana sebagian berakhir pada pukul 22.11 WIB, dan gerhana berakhir pada pukul 23.09 WIB.