Penjelasan Pesantren di Kediri soal Kabar Teror 'Orang Gila'

Ilustrasi Pesantren.
Sumber :
  • VIVA.co.id/Purna Karyanto Musafirian

VIVA – Pesantren Al Falah di Ploso, Kota Kediri, Jawa Timur, dihebohkan dengan kabar serangan orang tidak dikenal pada Senin malam, 19 Februari 2018. Seorang yang dicurigai ditangkap dan masih dalam penyelidikan kepolisian setempat.

Kabar serangan itu menyebar dari grup ke grup WhatsApp dengan cepat Senin malamnya juga. Bahkan, bukan hanya satu orang, dalam informasi yang beredar, ada juga tiga orang tak dikenal masuk ke lingkungan Pesantren Al Falah Ploso membawa senjata tajam.

Publik pun heboh. Maklum, Pesantren Al Falah Ploso adalah salah satu pesantren besar dan berpengaruh di Jatim.

Tetapi salah satu keluarga Pesantren Al Falah, Abid Umar, membantah tiga orang tak dikenal yang belum diketahui keberadaannya itu membawa senjata tajam. "Tidak membawa pedang," ujarnya kepada VIVA pada Selasa, 20 Februari 2018.

Sekretaris Gerakan Pemuda Ansor Jawa Timur itu menjelaskan, hanya seorang dari empat yang dicurigai ditangkap dan dibawa ke kantor polisi. "Saya juga ikut ke Polresta (Kediri) tadi malam. Masih dalam penyelidikan kepolisian," ujar pria biasa disapa Gus Abid itu.

Dia juga membeberkan keterangan resmi dari pengurus Pesantren Al Falah Ploso tentang kejadian heboh itu. Berikut ini isinya:

Terkait dengan merebaknya info tentang insiden yang baru-baru ini yang terjadi di Pondok Al Falah, maka kami selaku pengurus kantor induk memohon dengan sangat agar para santri dan alumni tetap bersikap bijaksana. Tetap tenang dan tidak menyebarluaskan informasi yang tidak resmi dari Pondok Al Falah. Kabar yang beredar masih belum benar dan masih dalam penyelidikan Kepolisian.

Memang benar ada ancaman yang dilakukan oleh segelintir orang kepada salah satu dzurriyah (keluarga) Ploso, bukan kepada para masyayikh Al Falah Ploso, dan itu masih dalam penyelidikan pihak berwajib.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Jatim, Komisaris Besar Polisi Frans Barung Mangera, meminta masyarakat mengabaikan istilah penyerangan dalam isu yang beredar. Ia juga mengimbau masyarakat menyerahkan soal itu kepada pihak polisi.

"Tidak ada penyerangan. Kalau informasi yang beredar tidak berasal dari kami, itu tanda tanya," kata Barung.