Kenapa Boediono Sangat Penting di Kasus Century

Wakil Presiden periode 2009-2014, Boediono.
Sumber :
  • ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso

VIVA – Mantan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi atau KPK, Abraham Samad, mengatakan bahwa nama-nama para pejabat Bank Indonesia yang terkait dengan kasus Bank Century memang sengaja ditaruh dalam surat dakwaan Budi Mulya. KPK saat itu percaya bahwa Budi Mulya tak mungkin sendiri dalam kasus dana talangan Bank Century tersebut.

"Kalau kasus ini berlanjut di pengadilan nanti akan kelihatan peran orang-orang itu. Praperadilan ini cuma satu bagian kecil, kalau pun tak ada praperadilan ini maka kewajiban KPK menindaklanjuti," kata Abraham Samad dalam acara Indonesia Lawyers Club di tvOne dengan tema "Berwenangkah Praperadilan Menetapkan Boediono Tersangka?".

Namun Abraham Samad menilai bahwa Boediono bukan berarti menjadi tokoh terakhir yang bisa dianggap sebagai aktor intelektual di kasus dana talangan bank gagal itu. Justru menurutnya, Boediono menjadi penting karena mantan Wapres itu akan bisa menjadi lompatan ke penyelidikan yang lebih menyeluruh dan bisa menyeret pihak lain yang lebih besar.

"Alangkah jauhnya kalau pertanggungjawaban kasus Bank Century ini hanya kita limpahkan kepada pak Boediono dan orang-orang yang ada di dalamnya," lanjutnya.

Dia mengatakan, KPK perlu didorong masyarakat untuk menyelesaikan kasus ini. Pasalnya, KPK memiliki keterbatasan dalam menyelesaikan kasus dengan cepat. Salah satu faktor penghambat adalah kurangnya jumlah penyidik di lembaga antirasuah itu.

"Intinya kalau kasus Century ini tidak kita tidak bongkar maka saya khawatir di rezim selanjutnya bisa lagi terjadi," kata Abraham Samad. (ren)