Ridwan Kamil Tak Mau Perpanjang Kasus Pemecatan Guru di Bekasi

Calon Gubernur Provinsi Jawa Barat nomor urut satu Ridwan Kamil (tengah) memberikan keterangan kepada awak media
Sumber :
  • ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi

VIVA – Calon gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, tak mau memperpanjang kasus pemecatan seorang guru di Sekolah Dasar Islam Terpadu Darul Maza di Kota Bekasi gara-gara berbeda pilihan politik dalam pilkada.

Bagi Ridwan, masalah pemberhentian guru bernama Robiatul Adawiyah sudah selesai dengan cara kekeluargaan. Kedua pihak bahkan sudah berdamai, meski Robiatul tak mau lagi bekerja di sekolah itu. Sekarang, katanya, waktunya bekerja untuk membangun Jawa Barat sehingga penting untuk melupakan permasalahan akibat pilkada.

"Pada dasarnya per hari ini kami tidak mau memperpanjang, yang penting sudah damai, sudah ada perbincangan yang saling memahami," ujar Ridwan di Bandung, Minggu, 1 Juli 2018.

Pria yang akrab disapa Emil ini berharap, kasus itu menjadi pelajaran tidak hanya bagi individu maupun institusi agar tidak sewenang-wenang, apalagi kalau cuma berbeda pilihan atau sikap politik.

"Mudah-mudahan kita ambil hikmahnya agar kemudian hari tidak terulang kesalahpahaman, tidak terulang hal yang yang mungkin bertentangan dengan nilai hak asasi dan demokrasi," kata Wali Kota Bandung itu.

Kini saatnya bekerja sama membangun Jawa Barat, tak lagi berkutat mempermasalahkan situasi pilkada. Lagi pula, setelah pilkada, masyarakat Jawa Barat mesti bersiap menyambut pemilu tahun 2019.

"Kita lanjutkan hidup kita, jangan terlalu fokus lagi di urusan pilkada, sehingga bisa menata Jawa Barat lebih baik dengan cara-cara baru. Lupakan hal yang membedakan (pilihan) kita, fokus pada persamaan yang kita punya." (mus)