Kepada Bawaslu, Menteri Luhut Bantah Kampanye Satu Jari

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman (Menkomaritim) Luhut Binsar Pandjaitan
Sumber :
  • VIVA/Eka Permadi

VIVA – Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman (Menkomaritim), Luhut Binsar Pandjaitan, membantah telah mengkondisikan foto dengan pose satu jari dengan Menteri Keuangan Sri Mulyani dalam event 2018 Annual Meeting InternationaI Monetary Fund (IMF) dan World Bank, pada tanggal 14 Oktober 2018 di Bali.

Foto pose satu jari tersebut dilaporkan sebagai sebuah pelanggaran kampanye pasangan dengan nomor urut 01 Joko Widodo-Ma'ruf Amin oleh Dahlan Pidow dan Advokat Nusantara.

"Ya dijelaskan gak ada, boro-boro mikir kampanye, kita masih sibuk dengan kerja di sana. Kan semua gak ada, tidak ada dalam urusan kampanye," kata Luhut di gedung Bawaslu, Jakarta, Jumat 2 November 2018.

Mantan menteri koordinator politik hukum dan keamanan ini juga merasa bingung atas pasal yang disangkakan padanya. Karena Dahlan Pidow dan Advokat Nusantara mengadukan Luhut dengan pasal 282-283 Udang Undang nomor 7 tahun 2017 tentang Pemilu. 

"Ya kalau dari saya baca undang-undangnya tadi tuh gak ada yang saya langgar. Enggak ada sama sekali. Saya baca undang-undangnya, enggak ada satu pun saya melanggar," ujarnya menjelaskan.

Luhut menjelaskan, foto satu jari yang dilakukan bersama para petinggi IMF dan Bank Dunia tersebut hanya spontan, tanpa rekayasa.

"Ya spontan terjadi saja. Kita bilang Indonesia nomor satu, great Indonesia. Meluapkan kegembiraan bersama, tidak terbayangkan bahwa Indonesia mampu membuat pertemuan IMF-Bank Dunia ini pada tataran kelas dunia," jelasnya.