Final, Paskibraka Berhijab Saja yang Pakai Celana Panjang

Asisten Menteri Kemensesneg Setya Utama (kiri).
Sumber :
  • VIVA.co.id/Agus Rahmat

VIVA – Kementerian Sekretaris Negara akhirnya angkat bicara mengenai kesimpangsiuran kabar mengenai Pakaian Dinas Upacara atau PDU anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka atau Paskibraka 2019.

Asisten Menteri Kemensesneg Setya Utama, dalam keterangan persnya menjelaskan awal mula munculnya kabar kalau anggota Paskibraka mengenakan celana panjang.

Dia menjelaskan, dari Kemensesneg menyangkut persiapan 17 Agustus dan rangkaiannya, digelar pada 17 Juli 2019. Hadir di antara perwakilan dari Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) serta Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) maupun unsur lainnya.

Hingga akhirnya, dari Kemenpora mengusulkan agar para anggota Paskibraka tersebut lebih baik menggunakan celana panjang saja.

"Dari Kemenpora mewakili Pak Ni'am (Deputi Pengembangan Pemuda Kementerian Pemuda dan Olahraga Asrorun Ni’am Sholeh) menyampaikan usulan semua anggota Paskibraka perempuan menggunakan celana panjang," ujar Setya Utama, di Istana Negara, Jakarta, Selasa 30 Juli 2019.

Usulan itu, tidak bisa diputuskan. Walau dalam Perpres Nomor 71 Tahun 2018 tentang Paskibraka, memang tidak ada larangan. Hanya saja, kata Setya, baru sekadar usulan dari Kemenpora, belum ada kata setuju.

"Dan saat itu kami menjawab bahwa ini perlu dikonsultasikan dengan para pimpinan, karena selama ini pakai rok. Kemudian kami beralih ke topik lain tentang tata upacara dan lain-lain," kata Setya menjelaskan kronologinya.

Persoalan ini, masih ramai menjadi perbincangan terutama di media sosial. Karena itu, jelas Setya, pihaknya melakukan rapat dan memutuskan bahwa penggunaan celana panjang bagi Paskibraka tidak semuanya.

"Jadi untuk anggota Paskibraka kita putuskan bagi yang memakai hijab memakai celana panjang. Dan yang tidak pakai hijab masih pakai rok. Ini penting supaya menjelaskan kebijakan kita," tutur Setya.

Meskipun anggota Paskibraka yang memakai jilbab tidak sedikit, tetapi kebijakan itu diambil mengingat kostum yang digunakan juga oleh para tamu beragam. 

Ada 22 anggota Paskibraka yang mengenakan hijab. Sementara itu, 12 orang tidak. Setya mengatakan, hal ini juga menandakan keberagaman. Perbedaan anggota yang mengenakan celana dan rok, menurutnya bukan menjadi masalah.

"Kalau di TNI ada juga yang pakai celana maupun rok," tuturnya.