Begini Pedoman Naik Kereta di Masa New Normal Pandemi COVID-19

Ilustrasi pesan tiket kereta online
Sumber :
  • ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso

VIVA – Kepala Humas PT KAI Daop 1 Jakarta, Eva Chairunisa, dikarenakan penerapan masa adaptasi kebiasaan baru di tengah pandemi virus corona COVID-19, maka pemesanan tiket perjalanan kereta api jarak jauh hanya bisa dilakukan secara online.

Sementara, informasi perjalanan kereta api dapat diketahui melalui saluran resmi milik PT KAI (Persero) diantaranya aplikasi KAI Access, website resmi kai.id, Contact Center 121 line (021)121, Layanan pelanggan cs@kai.id dan media sosial @keretaapikita @kai121_.

“Pemesanan tiket melalui aplikasi KAI Access, Web KAI, dan mitra penjualan tiket resmi KAI lainnya. Sedangkan loket hanya difungsikan untuk pembelian go show (tiga jam sebelum jadwal Keberangkatan) di Stasiun Gambir, Pasar Senen dan Jakarta Kota,” kata Eva pada Jumat, 12 Juni 2020.

Kemudian, kata Eva, pemeriksaan tiket saat mau melakukan perjalanan, pada proses boarding penumpang akan diminta melakukan scan tiket secara mandiri guna mengurangi kontak fisik antara penumpang dan petugas.

“Penerapan prosedur masa adaptasi kebiasaan baru tidak hanya dari sisi penumpang saja, namun petugas juga turut menjalankannya,” ujarnya.

Dalam melayani pelanggan masa adaptasi kebiasaan baru, Eva mengatakan petugas frontliner KAI yang berpotensi kontak jarak dekat dengan penumpang dibekali dengan APD berupa masker, sarung tangan, dan face shield.

“Petugas tersebut antara lain petugas loket, customer service, petugas boarding, kondektur, Polsuska, pramugari kereta dan petugas kebersihan di atas kereta,” kata dia.

Selain pada pelayanan angkutan penumpang, kata Eva, Daop 1 Jakarta juga menerapkan pedoman masa adaptasi kebiasaan baru untuk angkutan barang seperti physical distancing di loket pelayanan barang, penyediaan wastafel portabel dan hand sanitizer.

“Selain itu, menjaga kebersihan fasilitas angkutan barang, memeriksa barang-barang yang akan diangkut secara mendetail, serta mewaspadai setiap kiriman hewan dan atau kiriman lain yang berpotensi membahayakan kesehatan,” katanya.

Baca juga: Vaksin COVID-19 Buatan Indonesia Diharapkan Dijual Bebas Awal 2021

Upaya pencegahan COVID-19

Eva mengatakan sampai saat ini sebagai upaya pencegahan COVID-19, dari sisi fasilitas Stasiun Daop 1 Jakarta telah menambah perangkat pencuci tangan dan mengadakan ketersediaan cairan antiseptik di stasiun keberangkatan KA Jarak Jauh Daop 1 Jakarta.

Menurut dia, seluruh area pelayanan dan ruang tunggu juga telah dilengkapi sejumlah petunjuk untuk penjagaan jarak fisik antar penumpang. Lalu, untuk di atas kereta kelengkapan cairan antiseptik dan ruang isolasi telah disiapkan.

Untuk memastikan kebersihan di stasiun dan kereta selama perjalanan, petugas rutin membersihkan objek-objek yang sering terpegang tangan setiap 30 menit sekali secara bergantian menggunakan pembersih yang mengandung disinfektan.

Selanjutnya, kata Eva, ada ketentuan baru yang harus diikuti pengguna jasa selain wajib pakai masker saat penerapan masa adaptasi kebiasaan baru. Untuk stasiun kereta jarak jauh, calon pengguna wajib pakai face shield setelah melakukan proses pengecekan tiket dan pengukuran suhu tubuh sesuai ketentuan.

“Adapun face shield akan diberikan secara gratis untuk calon pengguna setelah proses pengecekan tiket. Penggunaan face shield juga diwajibkan selama perjalanan di atas KA,” kata Eva.

Kemudian, petugas secara berkala melakukan pemeriksaan suhu tubuh penumpang selama perjalanan di kereta. Jika ada penumpang yang kedapatan bersuhu badan 37,3 derajat Celsius atau lebih dan mengalami gejala COVID-19, maka penumpang tersebut akan dipindah ke ruang isolasi yang ada di kereta.

Diketahui, KAI Daop 1 Jakarta mengoperasikan kembali kereta api jarak jauh untuk melayani masyarakat yang ingin bepergian keluar kota. Hari ini, perjalanan KA Serayu relasi Pasar Senen-Purwokerto dengan keberangkatan dari Stasiun Pasar Senen sudah beroperasi.