Halo
Pembaca

VIVANetworks

News

Bola

Sport

Showbiz

LifeStyle

Otomotif

Digital

Ragam

Militer

Netizen

Lintas

Informasi

Kasino: Modus Apa yang Paling Sering Digunakan Pelaku Pencucian Uang?

Rabu, 18 Desember 2019 | 09:52 WIB
Oleh :
Foto :
  • bbc
- Charles Pertwee/Bloomberg via Getty Images

Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) mengungkap modus pencucian uang ( money laundering ) lewat kasino di luar negeri yang diduga dilakukan beberapa kepala daerah.

Kepala PPATK, Kiagus Ahmad Badaruddin, mengatakan para terduga pelaku memakai kasino untuk menyimpan uang hasil tindak pidana mereka ke dalam bentuk valuta asing. Dalam temuan PPATK, jumlahnya ditaksir mencapai total Rp50 miliar di rumah perjudian.

Baca Juga

"PPATK menelusuri transaksi keuangan beberapa kepala daerah yang diduga melakukan penempatan dana dalam bentuk valuta asing," ungkap Kiagus saat menyampaikan paparan dalam refleksi akhir tahun di Kantor Pusat PPATK, Jakarta (13/12).

Mekanisme pencucian uang melalui kasino sendiri dapat dilakukan dengan membeli chip menggunakan uang hasil tindak pidana, lalu `mempertaruhkan` chip seperlunya di meja judi.

Chip-chip itu itu kemudian ditukarkan dengan cek dari kasino yang menjadi bentuk pendapatan yang sah, karena merupakan hasil berjudi di negara yang melegalkannya.

Baik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) maupun Polri masih menunggu langkah lanjutan dari PPATK terkait temuan tersebut sebelum mengambil tindakan apapun terkait dugaan TPPU dengan modus kasino.

Pakar tindak pidana pencucian uang (TPPU), Yenti Ganarsih, menilai modus pencucian uang menggunakan kasino dipilih karena penempatan uang hasil tindak pidana di lembaga perbankan biasa kini mudah terendus aparat penegak hukum.

Untuk menelusurinya, menurut praktisi hukum TPPU, Paku Utama, tidak sulit dilakukan. Yang mempersulit proses investigasi, menurutnya, adalah koordinasi antarlembaga.

"Kita harus mengumpulkan fakta pendukungnya (TPPU) dulu. Gimana mau mudah kalau fakta pendukungnya kita nggak dapat karena pihak yang kita butuhkan - (misalnya) Kementerian X, baik di dalam maupun di luar negeri - dia nggak cepat ngasihnya ," tutur Paku.

Lantas apa saja modus pencucian uang? Dan manakah yang sering dilakukan?

Tiga tipe pencucian uang

Menurut pakar TPPU, Paku Utama, tindak pidana pencucian uang dilakukan pelaku - terlepas dari tindak pidana asalnya, baik korupsi, pendanaan terorisme, maupun terkait transaksi narkoba - "untuk menyamarkan atau mengaburkan asal-usul proses atau perolehan hasil tindak pidana".

"Setiap tindak pidana, asal yang ada perolehannya atau hasilnya, otomatis ada TPPU," ungkapnya.

Dalam modul yang disusun PPATK tahun 2018, praktik pencucian uang sendiri diklasifikasikan ke dalam tiga jenis tipologi, yaitu penempatan (placement), pemisahan atau pelapisan (layering) dan penggabungan (integration).

Penempatan ( placement ) merupakan tahap pertama dalam TPPU, di mana pelaku akan memasukkan harta hasil tindak pidana ke dalam sistem keuangan atau mengubah bentuknya. Modusnya bisa beragam: disimpan di perbankan, menyelundupkannya ke negara lain - baik secara tunai maupun elektronik, hingga mengonversinya menjadi aset lain seperti properti.

Sedangkan pemisahan atau pelapisan ( layering ) adalah tahap berikutnya, di mana uang hasil tindak pidana itu dipindahkan, disebarkan dan disamarkan dengan tujuan untuk menyembunyikan asal-usulnya. Layering dapat dilakukan dengan mentransfer uang hasil pidana ke mana pun, secara berkali-kali, sehingga sulit dilacak.

Cara lainnya adalah dengan mentransfernya ke kegiatan perbankan lepas pantai ( offshore banking ) dan perusahaan boneka ( shell corporation ) - perusahaan legal yang hanya digunakan untuk melakukan transaksi fiktif.

Topik Terkait
Saksikan Juga
Terpopuler