KSPSI Buka Posko Bencana Longsor Sumedang, 4 Anggota Jadi Korban

KSPSI buka Posko Tanggap Darurat longsor Sumedang
Sumber :
  • Dokumentasi KSPSI.

VIVA – Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) membuka posko tanggap bencana di sekitar lokasi tanah longsor di Sumedang, Jawa Barat. Posko tersebut dibuka untuk membantu proses evakuasi dan meringankan beban para korban bencana tersebut. 

Presiden KSPSI Andi Gani Nena Wea mengatakan, Posko Kesehatan Brigade Tanggap Bencana KSPSI ini akan terus melayani masyarakat dan membantu petugas melakukan evakuasi sampai situasi membaik.

Baca juga: Kementerian ESDM Tegaskan Smelter Freeport Harus Selesai 2023

"Kami akan membantu bagi mereka yang terdampak bencana longsor secara maksimal," katanya di Jakarta, Sabtu 16 Januari 2021. 

Andi Gani menjelaskan, KSPSI memiliki tim tanggap bencana yang sudah berpengalaman dalam membantu penanganan bencana di Tanah Air. Bantuan kebutuhan pokok seperti beras untuk para korban dalam musibah longsor ini juga disalurkan bekerja sama dengan Indika Foundation.

Lebih lanjut Andi mengatakan, keluarga besar KSPSI sangat berduka dalam bencana longsor Sumedang ini. Karena, ada 4 anggotanya yang menjadi korban. 

"Sejauh ini sudah ada dua yang ditemukan, sementara dua lainnya masih dalam proses pencarian. Mohon doanya," ucapnya. 

Sementara itu, Ketua Tim Brigade Tanggap Bencana (Brigana) KSPSI Suhatril mengatakan, ada dua posko yang dibuka. Posko kesehatan dan logistik. 

Menurut Suhatril, posko sudah dibuka sejak hari pertama bencana longsor terjadi. Saat ini, posko menampung untuk 300 relawan gabungan serta pengungsi sekitar 50 kepala keluarga. 

"Jadi, relawan yang sudah melakukan operasi pencarian korban, yang terluka dan kelelahan bisa dirawat di posko," ujarnya.