Senat Soll Pentolan KKB yang Meninggal dalam Kondisi Luka Tembak

Pembakaran sejumlah fasilitas umum di Kiwirok, Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua, Senin, 13 September 2021 diduga dilakukan oleh kelompok kriminal bersenjata (KKB).
Sumber :
  • ANTARA

VIVA – Kepala Bidang Kedokteran dan Kesehatan Polda Papua Kombes Pol dr Nariyana mengatakan kondisi kesehatan Senat Soll, salah satu pimpinan kelompok kriminal bersenjata (KKB), memburuk sebelum meninggal dunia.

"Saat dirawat kondisinya semakin memburuk karena oksigen dalam darah turun sehingga dipasangkan oksigen," kata Nariyana dikutip dari siaran pers di Jakarta, Senin, 27 September 2021.

Namun upaya medis untuk menyelamatkan nyawa Senat Soll yang bernama asli Ananias Yalak, termasuk pemasangan intubasi, tidak berhasil hingga akhirnya dinyatakan meninggal dunia oleh pihak RS Bhayangkara Jayapura.

Senat Soll masuk ke RS Bhayangkara pada 2 September 2021 dengan kondisi ada luka tembak pada bagian paha kanan dan tungkai kanan.

Dari luka itu ada bagian pembuluh darah yang robek cukup besar sehingga dirawat dan dibersihkan. Namun, karena banyak jaringan yang mati sehingga kaki sebelah kanan diamputasi.

Menurut Nariyana, Senat Soll dirawat di ICU sehingga perawatan lebih terkontrol dan dalam pengawasan perawat maupun dokter.

“Secara intensif kita perhatikan kesehatan Senat Soll ini yang mana sempat ada penurunan elemen kimia, yakni albumin, sehingga kita lakukan transfusi albumin. Namun, kondisinya tetap saja tak mengalami peningkatan," kata Nariyana.

Menurut Kepala Satgas Humas Operasi Nemangkawi Papua yang juga merupakan Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol. Ahmad Musthofa Kamal, jenazah Senat Soll masih disimpan di RS Bhayangkara.

Senat Soll ditangkap oleh Satgas Nemangkawi pada 1 September 2021 di Markas Komite Nasional Papua Barat (KNPB) di Dekai, Kabupaten Yahukimo.

Semasa hidupnya Senat Soll terlibat dalam beberapa aksi KKB, antara lain pembakaran ATM Bank BRI Cabang Dekai-Yahukimo, pembunuhan terhadap Staf KPU Dekai Hendry Jovinsky di jembatan Kali Teh, Dekai, Yahukimo, dan pembunuhan terhadap Muhammad Toyib di Jalan Bandara Dekai. (ant)