Ahmad Basarah: Sabam Sirait Sumber Inspirasi Perpolitikan Indonesia

Wakil Ketua MPR dari Fraksi PDIP Ahmad Basarah.
Sumber :
  • Lucky Aditya/VIVA.

VIVA – Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat, Ahmad Basarah, menilai mendiang Sabam Sirait adalah senior dalam dunia politik. Menurut dia, tidak banyak tokoh nasional sekaliber Sabam.

Almarhum telah menjadi Anggota Parlemen sejak tahun 1960-an dan hingga kini masih menjabat sebagai anggota parlemen dari kamar DPD atau senator. 

“Tak banyak tokoh nasional yang bisa hidup dan berjuang hampir di seluruh hidup dan sejarah bangsa Indonesia. Salah satunya adalah Bapak Sabam Sirait ini," kata Basarah dalam pernyataannya saat upacara persemayaman dan pelepasan jenazah Sabam di Kompleks Parlemen, Senayan, Minggu 3 Oktober 2021. 

Kata Basarah, Sabam juga merupakan politisi yang telah malang melintang sepanjang tujuh zaman. Aktif di era Presiden RI pertama, Soekarno atau Bung Karno hingga kini pemerintahan Presiden Joko Widodo. Ia pun mengajak seluruh rakyat Indonesia mendoakan arwahnya mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT.

Jejak politiknya pun sebagai politisi tanpa sekat, punya prinsip dan terkenal rendah hati. 

“Pak Sabam layak dijadikan sumber inspirasi dalam perpolitikan Indonesia terutama bagi politisi muda saat ini," ujar Basarah yang juga junior Sabam di PDI Perjuangan.  

Mewakili lembaga Majelis, Basarah pun memberi penghormatan setinggi- tingginya atas berpulangnya Sabam. 

Sejumlah pimpinan DPR, DPD serta beberapa menteri terlihat saat upacara persemayaman Sabam di Kompleks Parlemen, tempat Sabam menghabiskan puluhan tahun karier sepanjang hidup.  

“Selamat jalan Pak Sabam, setiap kelahiran pasti ada kematian, setiap pertemuan pasti ada perpisahan. Marilah kita lepas kepergian Pak Sabam. Semoga perjuangannya menjadi sumber inspirasi bagi kehidupan," kata Basarah. 

Sementara itu, Wakil Ketua DPD Mahyudin, menyatakan almarhum Sabam Sirait merupakan sosok yang bijaksana, kritis, mengayomi, serta disiplin dalam bertugas. Sabam Sirait memang telah menjadi panutan para politisi generasi di bawahnya.

"Kita kehilangan salah satu putra terbaik bangsa, seorang senator, seorang negarawan terhormat. Selamat jalan Senator, selamat jalan pejuang demokrasi," kata Mahyudin.