Satu Korban Kapal Terbakar di Perairan Meranti Ditemukan Meninggal

Satu awak korban kapal KLM Samudera Indah yang terbakar di perairan Kepulauan Meranti ditemukan mengambang di Perairan Selat Bengkalis oleh tim SAR gabungan, Jumat, 18 Februari 2022.
Sumber :
  • ANTARA

VIVA – Satu awak kapal KLM Samudera Indah yang terbakar di Selat Malaka, tepatnya di perairan Desa Melai, Pulau Rangsang, Kabupaten Kepulauan Meranti, Provinsi Riau, ditemukan pada Jumat siang, 18 Februari 2022, dalam kondisi sudah meninggal dunia.

Korban bernama Zakaria (56) ditemukan mengambang dan dalam posisi tengkurap di Perairan Selat Bengkalis, tepatnya di Tanjung Sekodi oleh anggota Pos TNI Angkatan Laut (Posal) Selatpanjang.

"Satu mayat berjenis kelamin laki-laki berhasil kita temukan di Perairan Bengkalis tepatnya di Tanjung Sekodi," kata Komandan Pos TNI AL Selatpanjang, Letda Laut (P) Jerry Hendra kepada wartawan.

"Mayat sudah dibawa ke RSUD untuk dilakukan identifikasi. Mudah-mudahan itu korban yang kita cari," katanya.

Kapal kargo KLM Samudera Indah bermuatan arang dan tepung sagu terbakar di perairan Desa Melai, Kecamatan Rangsang Barat, Kabupaten Kepulauan Meranti, Rabu.

Basarnas Pekanbaru langsung bergerak cepat setelah menerima informasi tersebut dan mengkoordinasikan dengan pihak terkait, guna penyelamatan terhadap para awak kapal.

Tim Basarnas melakukan pencarian korban. (Foto ilustrasi)

Photo :
  • ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso

Dari insiden itu, enam awak kapal dalam keadaan selamat, sementara dua orang lainnya dinyatakan hilang dan baru satu korban ditemukan meninggal dunia. Saat ini proses pencarian oleh Basarnas Pekanbaru beserta pihak terkait.

Korban yang masih hilang adalah Deddy Trisnawan sebagai kepala kamar mesin (KKM/Chief Engineer).

Kepala Kantor SAR Kelas A Pekanbaru, Ishak, mengaku belum mengetahui pasti penyebab kebakaran kapal bermuatan arang kayu bakau dan tepung sagu itu. Namun, pihaknya masih melakukan penyelidikan pemicunya.

Kapal kargo KLM Samudera Indah berangkat dari Selatpanjang, Kabupaten Kepulauan Meranti, Riau menuju Batu Pahat, Malaysia. Kapal ini mengangkut muatan 84 ton arang bakau dan 50 ton tepung sagu.

Sementara ada sebanyak delapan orang yang mengoperasikan kapal tersebut. Masing-masing dengan atas nama Amir Hidayat sebagai nakhoda dan Deddy Trisnawan sebagai KKM. Enam orang lainnya sebagai ABK yakni Afis Efendi, M Syahril, Abdul Jalil, M Sukiran, M Fadli Saputra, dan Zakaria.

Keesokan harinya, sejumlah pihak fokus melakukan upaya pencarian dua orang korban yang belum ditemukan. Diantaranya Sat Polairud Polres Kepulauan Meranti, Dit Polairud Polda Riau, Basarnas, TNI AL, KSOP, dan dibantu nelayan setempat. (ant)