Fakta-fakta Gunung Anak Krakatau yang Meletus Lagi

Gunung Anak Krakatau Meletus
Sumber :
  • Website/magma.esdm.go.id

VIVA – Aktivitas gunung anak Krakatau yang berada di Selat Sunda mengalami aktivitas peningkatan sejak awal April 2022. Melalui penelusuran laporan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) terdapat rangkaian erupsi Gunung Anak Krakatau.

Selama tahun ini saja, bulan Januari-April, Anak Krakatau sudah mengalami erupsi sebanyak 39 kali, ini merupakan aktivitas gunung terbanyak dari dari deretan gunung aktif lainnya di Indonesia.

Siaga

Status gunung Anak Krakatau berada di Level III atau Sianga yang dikeluarkan PVMBG pada laman twitternya (@PVMBG_). Sehubungan dengan tingkat aktivitas Anak Krakatau, masyarakat, pengunjung, wisatawan atau pendakai dihimpau tidak mendekati Gunung Anak Krakatau dalam radius 5 km dari kawah aktif.

Di laman yang sama, Informasi erupsi Gunung Anak Krakatau telah terjadi pada Minggu, 24 April 2022, pukul 20:20 WIB dengan tinggi kolom abu yang teramatai sekitar 3000 meter di atas puncak.

Menghasilkan Emisi SO2 9 Ribu Ton per Hari

SO2 atau sulfur dioksida adalah senyawa yang dihasilkan oleh aktivitas gejolak gungung berapi. Badan geologi mecatan emisi sulfur dikosida yang dihasilkan oleh Anak Gunung Krakatau terus mengalami peningkatan, tercatat per tanggal har ini 9.219 ton/hari.

"Pantauan SO2 dari magma ini berkorelasi dengan peningkatan aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau saat ini.Peningkatan SO2 yang signifikan mengindikasikan adanya suplai magma baru dan adanya material magmatik yang keluar ke permukaan berupa lontaran material pijar yang diikuti oleh aliran lava. Jumlah SO2 pada periode di atas mencapai 9,2 kilo ton bila dibandingkan saat periode erupsi 2018, yaitu Juni-Agustus 2018 12,4 kilo Ton dan September-Oktober 2018 19,4 kilo Ton," tulis keterangan resmi Badan Geologi, Minggu, 24 April 2022

Abu Vulkanik ke Pemukiman Warga

Abu vulkanik yang dihasilkan oleh erupsi Gunung Anak Krakatau dilaporkan sudah sampai pemukiman warga yang berada di pesisir Banten. Khusunya oleh warga di Kecamatan Labuan, Kecamatan Carita, Kecamatan Panimbang, Kecamatan Cigeulis, dan pesisir Sumur, semua kecamatan tersebut berada di Kabupaten Pandeglang, Banten.

Mengutip dari laman CNN, seorang warga menuturakan pendapatnya mengenai dampak dari kejadian erupsi gunung Anak Krakatau yang dialaminya;

"Lagi hujan abu, sayuran aja tadi banyak kotor. Perih ke mata, baru sadar kalau itu dari Gunung Anak Krakatau yang lagi erupsi," kata Soffy Shovia, warga Kecamatan Cigeulis, Kabupaten Pandeglang, Banten, Mengutip dari laman CNN, Senin (25/04).