Duduk Perkara Benny K Harman Diduga Tampar Pegawai Restoran

Politikus Partai Demokrat, Benny K. Harman.
Sumber :
  • VIVAnews/Anhar Rizki Affandi

VIVA – Politikus Demokrat Benny K Harman tersandung kasus penganiayaan terhadap pegawai restoran di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur. Ia dilaporkan Rikardo Cendrawan, seorang pegawai restoran Mai Cenggo, Labuan Bajo ke Polres Manggarai Barat NTT.

Benny dalam jumpa persnya di NTT membantah telah melakukan penganiayaan terhadap pegawai restoran. Ia bahkan siap melaporkan balik pelapor atas penyebaran berita bohong.

Rikardo mengatakan kejadian penganiayaan itu berawal ketika Benny K Harman bersama keluarga hendak makan siang di Restoran Mai Cenggo, pada Selasa, 24 Mei 2022, siang. Saat tiba di Mai Cenggo terlapor bersama keluarga langsung disambut oleh Ricardo.

Selanjutnya Benny dan keluarga menuju ruang VIP. Namun meja VIP yang ditempati Benny ternyata sudah direservasi oleh tamu lain sebelumnya. Atas dasar itu, Rikardo meminta tamunya itu untuk pindah ke meja yang lain.

"Terlapor bersama keluarga menempati meja yang sudah dibookin tamu sebelumnya. Karena itu kami dengan santun minta bapak itu (BKH) untuk pindah. Mungkin karena tidak terima bapak itu menyusul saya ke ruang kerja manajer dan di sana saya ditampar sebanyak tiga kali," kata Rikardo kepada awak media, Kamis siang.

Wakil Ketua Umum Partai Demokrat Benny K Harman

Photo :
  • tvOne/Jo Kenaru


Sementara itu, Peter Ruman selaku kuasa hukum Rikardo membenarkan adanya laporan ke Polres Mabar terkait dugaan penganiayaan yang dilakukan oleh terlapor (BKH).

"Laporan tersebut sudah diproses hingga pemeriksaan saksi korban. Kepolisian sudah meminta keterangan dan selanjutnya kita menunggu proses hukum lanjutan," ujarnya.

Kasi Humas Polres Manggarai Barat, Iptu Eka Dharmayuda menyampaikan, SPKT telah menerima korban dan dilimpahkan ke unit reskrim untuk pemeriksaan lebih lanjut.

“Teman-teman dari SPKT telah menerima laporan polisi terkait kasus penganiayaan yang dilaporkan oleh saudara Ricardo, yang mana kejadian tersebut terjadi pada hari Selasa 24 Mei 2022 Pukul.11.00 WITA," kata Iptu Eka.

Selanjutnya sebut Eka, penyidik akan melakukan pemeriksaan awal terhadap saksi korban maupun saksi-saksi di TKP. "Termasuk kita sudah mendapatkan rekaman CCTV terkait dugaan penganiayaan itu," imbuhnya.

Terekam CCTV

Aksi tidak terpuji yang diduga dilakukan Benny K Harman itu terekam jelas di CCTV restoran. Dalam rekaman CCTV, tampak terduga pelaku duduk di ruangan VIP.

Tak lama berselang, Rikardo Cendrawan menghampiri Benny dan meminta kepadanya untuk pindah meja karena meja tersebut telah dipesan oleh pihak lain. Rikardo terlihat meminta maaf kepada terduga pelaku dan terduga pelaku terlihat marah-marah.

Rikardo kemudian menuju kantor untuk melaporkan kepada manager restoran dan di saat bersamaan terduga pelaku menyusulnya dari belakang.

Terpisah, Benny K Harman membantah melakukan penganiayaan terhadap pegawai restoran Mai Canggo di Labuan Bajo. Anggota Komisi III DPR itu justru mengaku mendapat perlakuan tidak menyenangkan saat hendak makan di restoran tersebut.

"Saya dituduh melakukan kekerasan berkali-kalo menampar tiga kali terhadap karyawan Resto Mai Cenggo. Kekerasan apa yang saya lakukan? Bukankah pihak Manager Resto Mai Cenggo yang sebenarnya telah melakukan kekerasan perlakuan terhadap kami?," kata Benny K Harman dalam jumpa pers di NTT, Kamis petang.

Politikus Demokrat Benny K Harman.

Photo :
  • Jo Kenaru


Benny bahkan mengklaim pegawai dan manajer restoran menghampirinya setelah kejadian dan meminta maaf. Pihak restoran menyatakan bersalah dan meminta maaf.

"Pihak restoran yang diwakili oleh Ibu Kiki dan Rikardo selaku karyawan yang mengusir kami telah menyampaikan permohonan maafnya atas kesalahan mereka. Setelah itu kami lalu pulang dengan penuh kecewa dan mencari makanan di resto yang lain," ujarnya.

Versi Benny K Harman

Wakil Ketua Umum Partai Demokrat itu menjelaskan datang untuk makan siang bersama keluarganya di Restoran Mai Cenggo, Labuan Bajo, NTT pada Selasa 24 Mei 2022. Ia diarahkan pegawai restoran untuk ke ruangan VIP dan mencari tempat duduk.

"Kami sendiri memilih meja dari sekian meja yang ada, dan kami duduk dan tidak ada tulisan atau pemberitahuan apapun dari pihak resto bahwa meja yang kami duduk sudah dibooking atau reservasi," tuturnya.

Benny dan keluarga langsung duduk dan memesan makanan. Namun, di saat sedang menunggu menu yang dipesan, politisi Demokrat itu diminta untuk pindah ke meja lain dengan alasan meja yang ditempatinya telah dipesan oleh tamu lain.

"Sekitar 15 menit kemudian, tanpa ada basa-basi kami diberitahu untuk segera meninggalkan ruangan karena ruangan terpakai sudah direservasi. Kami dipersilahkan keluar. Saya tanya mengapa kami disuruh keluar, apakah kami tidak diperkenankan makan di ruangan yang ber-AC. Memang saya pakai celana pendek dan baju kaos, lagi lusuh karena baru dari kerja kebun. Karena merasa diperlakukan secara tidak wajar, kami bermaksud bertemu dengan manager resto atau pemilik resto, apa sebenarnya yang terjadi. Kami beritahu karyawan yang melayani untuk beritahu manager atau pemilik bahwa kami ingin bertemu agar tidak terjadi salah paham," terang Benny lagi.


Karena lama menunggu, Benny mendatangi lagi  front desk dan meminta agar dia diantar ke ruang manager atau pemilik resto. Namun dari petugas front desk itu dia menerima informasi bahwa tamu yang dibilang telah memesan tempat VIP lebih dahulu ternyata  mereservasi per telepon setelah BKH  sekeluarga datang ke tempat itu. 

"Sehingga kami makin merasa bahwa kami diperlakukan semena-mena. Pada saat bertemu di ruangan, kami menyampaikan rasa kecewa kami atas perlakuan yang sangat tidak manusiawi atas diri kami. Kami menyampaikan bahwa kami telah diperlakukan dengan cara yang biadab alias tidak beradab atas diri kami. Ini kan daerah destinasi pariwisata super premium. Kalau kami diperlakukan begini, apalagi rakyat kecil. Kami mohon penjelasan apa sebenarnya yang terjadi dan alasan apa kami diusir dari ruangan itu," imbuh Benny.

Amarah Benny K Harman muncul karena merasa dipermainkan. Benny yang tadinya diminta menunggu bila ingin bertemu dengan manajer tapi akhirnya malah dikabari bahwa manajer restoran tersebut sedang berada Denpasar Bali. 

Benny lalu mendesak karyawan yang menyuruhnya pindah meja untuk memberi penjelasan setelah Benny mengetahui ternyata pemesan melakukan reservasi setelah Benny sudah menempati ruang makan VIP itu.

"Saya tanya kepada karyawan, siapa yang suruh kamu mengeluarkan kami dari ruangan dan alasan apa. Yang bersangkutan tidak jawab. Saya mendorong mukanya si karyawan dan mengingatkan agar perlakuan terhadap pengunjung harus sopan dan santun," ungkapnya.

"Saya juga meminta ibu yang duduk di ruangan agar memberikan perlakuan yang wajar kepada setiap tamu yang datang. Kalau sudah ada meja yang dipesan hendaknya diberitahu kepada tamu-tamu yang datang atau ditulis di mejanya, sebelum tamu-tamu duduk dan hendaknya tamu yang sudah datang terlebih dahulu ke tempat di dahulukan daripada tamu yang reservasi belakangan," ucap Benny dalam jumpa pers.

Laporan Jo Kenaru/ Manggarai Barat-NTT