MUI Minta Data Cikeusik-Temanggung ke Polri

Ketua MUI Ma'ruf Amin
Sumber :
  • Antara/ Rosa Panggabean

VIVAnews - Majelis Ulama Indonesia (MUI) meminta informasi lebih detil kepada Mabes Polri terkait kerusuhan di Cikeusik, Pandeglang, Banten dan Temanggung, Jawa Tengah.

Informasi itu untuk melengkapi temuan tim pencari fakta (TPF) yang dibentuk MUI. "MUI meminta informasi dari Polri supaya memperoleh informasi akurat," kata Ketua MUI, Ma'ruf Amin, usai pertemuan dengan jajaran Polri di Kantor MUI, Jakarta Pusat, Rabu 16 Februari 2011.

MUI, lanjut dia, telah membentuk TPF yang sedang bekerja di tempat kejadian perkara dan ingin terus melengkapi informasi itu dari Kepolisian. "Sehingga nanti ketika MUI membuat pendapat tentang Cikeusik dan Temanggung berdasarkan informasi valid," kata dia.

Ma'ruf mengaku, MUI belum mendapatkan kesimpulan terkait kerusuhan di dua tempat tersebut. Sehingga, informasi yang didapat dari Polri ini akan menjadi bahan pendapat akhir MUI. "Baru diskusikan apa yang kami peroleh dan yang diperoleh Polri. Masih perlu diperdalam," tambahnya.

Tanpa informasi yang lengkap, sambungnya, TPF MUI tak bisa membuat kesimpulan.  Dalam pertemuan itu, hadir beberapa pengurus MUI, seperti Amidhan, Slamet Efendi Yusuf, dan Quraisy Syihab.

Dari  jajaran Polri diwakili oleh Asisten Operasi Kapolri, Irjen Pol Soenarko, dan Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Humas Polri, Kombes Pol Boy Rafli Amar.