Kemenhub Akan Audit Operasional Merpati

Menteri Kelautan dan Perikanan, Freddy Numberi
Sumber :
  • VIVAnews/Tri Saputro

VIVAnews - Menteri Perhubungan Freddy Numberi mengatakan, pihaknya akan melakukan audit operasional Merpati Nusantara Airlines. Ini merupakan tahap lanjutan dari audit kelayakan pesawat MA-60 yang telah dilakukan sebelumnya.

"Dari hasil evaluasi sudah bisa terbang. Sekarang tinggal kita menunggu dari KNKT untuk evaluasi kecelakaannya," kata Freddy, di Kantor Presiden, Rabu, 18 Mei 2011.

Audit kelayakan pesawat terhadap MA-60 dilakukan Kementerian Perhubungan untuk mengetahui apakah kecelakaan pesawat di Kaimana, Papua Barat beberapa waktu lalu itu disebabkan karena pesawat asal China itu memang tidak layak terbang.

Dari hasil audit, kata Freddy, pesawat tersebut dinyatakan layak terbang. Hanya saja, untuk meyakinkan adanya jaminan keselamatan dan keamanan penerbangan, Kementerian akan melakukan audit operasional terhadap Merpati sebagai penyelenggara penerbangan.

"Dari aspek manajemen operasional, manajemennya kita audit. Sekarang tim sedang bekerja," ujar Freddy.

Audit tersebut antara lain untuk memeriksa kesiapan awak pesawat, pelatihan, dan juga sarana pendukungnya. "Kami juga cek bagaimana latihan penerbangnya, berapa jamnya, dan simulatornya seperti apa," jelas Freddy.

Seperti diberitakan sebelumnya, pemerintah memiliki waktu sepekan untuk melakukan uji kelayakan terhadap 12 pesawat MA-60. "Kami sudah sepakat, kalau dari hasil inspeksi bermasalah, kami ground," kata dia

Freddy menambahkan, pesawat ini menerbangi 66 rute di Indonesia-- kebanyakan terbang di wilayah Indonesia Timur seperti di Kupang dan Sorong. Setelah jatuhnya pesawat Merpati jenis ini, Kementerian akan bersikap lebih waspada "dalam mengoperasikan pesawat, khususnya MA-60 ini, ke depan." (kd)