Teror Meningkat, Razia Senjata Digelar di Perbatasan Aceh-Sumut

Kantor Partai Aceh dilempar granat, Selasa (11/3/2014).
Sumber :
  • ANTARA/Irwansyah Putra
VIVAnews - Kepolisian Aceh meningkatkan razia senjata api di wilayah perbatasan untuk menekan aksi kekerasan. Menjelang pelaksanaan pemilu 9 April 2014, aksi teror dengan senjata api terus terjadi. Belakangan aksi makin mengerikan karena sudah menggunakan granat.

Kegiatan razia diintensifkan di wilayah perbatasan Aceh dan Sumatera Utara. Rabu pagi, 12 Maret 2014, razia digelar di Desa Lae Ikan, Kecamatan Penanggalan, Kota Subulussalam. Dari pantuan, setiap kendaraan baik roda empat dan roda dua diperiksa polisi.

Menurut Kapolsek Penanggalan, Ajun Komisaris (Pol) Budiman, razia digelar berdasarkan instruksi Kapolda Aceh. Kegiatan dilaksanakan dengan mengerahkan puluhan personel dan tambahan dari satuan Brimob.


"Diperintah untuk melakukan pengamanan ekstra jelang pemilu di Aceh," kata Budiman.


Selain di wilayah perbatasan Aceh Selatan, razia serupa juga dilakukan di perbatasan lain seperti di Tamiang, perbatasan Aceh Timur dengan Kuta Cane dan perbatasan Aceh Tenggara dengan Sumut.


"Razia akan digelar hingga pemilu. Diharapkan dapat menekan peredaran senjata ilegal yang masuk dan keluar Aceh," kata Budiman lagi.


Pada Selasa malam, 11 Maret 2014, aksi teror kembali terjadi di wilayah Aceh utara. Kantor Partai Aceh untuk wilayah Kecamatan Lueng Bata, dilempar granat. Kantor pemenangan partai lokal itu hancur.


Granat yang dilemparkan orang tak dikenal itu berjenis manggis. Kaca kantor berlantai dua itu pecah. Serpihan granat juga menyebabkan pintu kantor bolong, dan kubah masjid yang ada di samping kantor sedikit mengalami kerusakan. Tapi tidak ada korban jiwa dalam kejadian itu.


Menurut Kapolres Banda Aceh, Komisaris Besar Moffan MK, proses identifikasi sudah dilakukan. Personel Brimob untuk melakukan pengamanan. Polisi telah menemukan pin granat.


Polisi sudah memasang garis polisi di pelataran kantor Partai Aceh. Selain itu, untuk memudahkan proses penyelidikan, polisi juga menutup jalan lintas Banda Aceh-Medan radius 100 meter dari lokasi.


Laporan: Muhamad Roni/ Subulussalam