RS Bantah Jantung Bayi Kembar Lima Bocor

Petugas medis memantau kondisi bayi kembar lima Surabaya
Sumber :
  • VIVA.co.id/Mohammad Zumrotul Abidin

VIVA.co.id - Kondisi bayi kembar lima yang dilahirkan warga Surabaya, Nia Rachmawati, pada pada Jumat, 19 Juni 2015 lalu, masih dalam penyempurnaan jantung.

Penyebabnya, bayi hasil inseminasi tersebut lahir secara prematur, sehingga mengalami Patent Ductus Arteriosus (PDA pada jantung yang belum menutup saat dilahirkan).

Kepala Divisi Fertilitas dan Endokrinologi Reproduksi Departemen Obstetri-Ginekologi (obgin) RSUD dr Soetomo Surabaya, dr Relly Yanuari Primariawan, Sp.OG menjelaskan, Patent Ductus Arteriosus, merupakan suatu kelainan jantung duktus arteriosus.

Kelainan jantung duktus arteriosus itu merupakan sebentuk saluran yang menghubungkan jantung ke paru dan membawa darah kaya oksigen ke seluruh tubuh, tidak menutup setelah bayi dilahirkan.

"Jadi ini bukan bocor yang seperti diberitakan media sebelumnya. Ini adalah PDA yang belum nutup saat bayi dilahirkan. Sebenarnya lubang ini penting bagi bayi saat dia dalam rahim. Seiring perjalanan lubang ini akan nutup," ujar Relly, saat memberi keterangan pers di RSUD dr Soetomo Surabaya, Selasa 23 Juni 2015.

Menurut dia, risiko pada bayi lahir prematur memang umum terjadi lubang jantung yang belum menutup. Sebab, kondisi bayi belum siap untuk proses menutupnya jantung tersebut. "Karena ini belum sembilan bulan sudah harus dilahirkan," ujar dia.

Tim divisi neonatologi RSU dr Soetomo Surabaya, dr Agus Harianto SpA(K) menambahkan, dalam usia tujuh hari pertama sampai 28 hari, kondisi lima bayi kembar ini memang masih dalam usia krisis. Hal itu umum terjadi bagi bayi prematur.

"Semua bayi prematur pasti jantungnya belum sempurna. Bayi ini juga berpotensi gagal multi organ. Maka dari itu, kita periksa intensif, apakah nanti ada kebutaan atau kelainan organ yang lain," kata Agus.

Dia mengatakan, saat ini penanganan ekstra dilakukan tim neonatalogi. Di antaranya dengan memasang alat bantu pernapasan untuk lima bayi dan mempersiapkan susu formula khusus untuk antisipasi asi tidak mencukupi.

"Bayi saat ini masih rawan infeksi dan gangguan metabolism, jadi mohon doanya," ucapnya.

Sementara itu, orangtua bayi Hari Saputra (32) dan Nia Rachmawati (31) juga mengharap doa dari seluruh rakyat Indonesia untuk kesehatan lima anaknya. Nia mulai hari ini sudah diperbolehkan pulang. Dia juga sudah bisa menemui lima bayi kembarnya.

"Saya sudah bertemu. Kemarin saya menagis itu bukan karena sedih, tapi terharu melihat mereka," kata Nia