Tiga Tahun Swasembada Pangan, JK: Sekarang Masih Boleh Impor

Bongkar muat beras di gudang Bulog
Sumber :
  • VIVAnews/Anhar Rizki Affandi

VIVA.co.id - Wakil Presiden Jusuf Kalla mengakui, beras impor dari sejumlah negara telah masuk ke Indonesia. Impor ini dilakukan di tengah-tengah kontroversi terkait janji kampanye saat Pilpres 2014 pasangan Jokowi-JK yang berjanji tidak akan mengimpor beras lagi.

"Sudah (beras impor masuk ke Indonesia). Pergi lihat pelabuhan kalau tidak percaya. Pergi lihat pelabuhan saja, di banyak pelabuhan bukan hanya Jakarta, di tempat lain," ujar Kalla, usai membuka Muktamar Ikatan Dokter Indonesia (IDI) ke-29 dan Ikatan Istri Dokter Indonesia (IIDI) ke-20, di Istana Wakil Presiden, Kebon Sirih Jakarta Pusat, Rabu, 11 November 2015.

Dia menegaskan, impor beras dilakukan karena yang penting adalah menyiapkan cadangan beras dalam negeri agar cukup. Untuk memenuhi itu, lanjut pengusaha asal Bugis ini, impor menjadi suatu yang sah dilakukan oleh pemerintah.

"Memang program pemerintah swasembada kan nanti tiga tahun, bukan sekarang. Lihatlah pidato kampanye kita, tiga tahun," ujar Kalla menegaskan.

Kalla meminta semua realistis. Apalagi Indonesia dihadapkan dengan kekeringan akibat dampak El Nino yang membuat produksi pangan dalam negeri menurun. Menurut dia, impor beras semata-mata untuk menyelamatkan rakyat.

"Masa kita mau korbankan masyarakat," ucapnya berdalih.

Menurut Kalla, impor beras tetap harus dilakukan. Sehingga jangan lagi berlindung di balik pencitraan dengan meminta agar pemerintah tidak impor beras.

"Demi rakyat (impor beras dilakukan). Bukan demi hanya satu orang untuk jaga citra, tidak. Demi menjaga jangan harga beras naik. Karena data BPS itu susah dipertanggungjawabkan," ujarnya menjelaskan.

Namun, berapa jumlah beras impor yang sudah masuk, Jusuf Kalla tidak menyebutkannya. [Baca selengkapnya

(mus)