Abu Gunung Soputan Selimuti Ratusan Hektare Lahan Pertanian

Gunung Soputan di Minahasa Tenggara mengalami erupsi
Sumber :
  • ANTARA FOTO/Adwit B Pramono

VIVA.co.id - Semburan abu vulkanik Gunung Soputan di Kabupaten Minahasa Tenggara Sulawesi Utara, mulai berdampak bagi petani. Ratusan hektare lahan pertanian di daerah ini kini terancam rusak.

Donny Rumagit, petani Desa Walewangko, mengatakan sejak pagi sejumlah petani membersihkan abu Gunung Soputan yang menutupi lahan pertanian seperti tomat dan rica.

"Kami takut bahaya abu Gunung Soputan membuat petani merugi karena lahan pertanian rusak. Sejauh ini ada ratusan hektare lahan pertanian tertutup abu vulkanik," kata Donny, Selasa, 5 Januari 2016.

Meski para petani cemas namun baginya ada efek positif dari abu Gunung Soputan. "Kami tahu lahan pertanian terancam rusak tapi ada hikmah dari peristiwa itu karena abu gunung merupakan berkah jangka panjang sebagai pupuk gratis," ujar petani muda ini.

Baca juga:




Bupati Minahasa Jantje Sajow mengatakan, meski letusan Gunung Soputan berada di Kabupaten Minahasa Tenggara, tapi dampaknya sampai di Kabupaten Minahasa. Paling terasa adalah lahan pertanian.

"Sejauh ini kami masih menginventarisasi berapa luas lahan pertanian dan perkebunan yang terancam rusak. Khusus untuk warga tidak berdampak sama sekali meski sebagian daerah diterpa abu vulkanik," ujarnya.

Letusan Gunung Soputan terjadi Senin, 4 Januari 2016, sekitar pukul 20.53 WITA dengan radius abu vulkanik mencapai 2.000 meter.

Gunung dengan ketinggian 1.784 meter di atas permukaan laut ini merupakan salah satu dari tiga gunung api paling aktif di Sulawesi Utara setelah Gunung Lokon di Kota Tomohon dan Gunung Karangetang di Kabupaten Siau Tagulandang Biaro.