VIDEO: Gelapnya Palembang Saat Gerhana Matahari Total

Penampakan gerhana matahari di Palembang, Rabu, 9 Maret 2016.
Sumber :
  • VIVA/Agus Tri

VIVA.co.id - Meski terus dilanda cuaca tak bersahabat ditambah dengan asap pabrik pupuk yang mengepul di langit Palembang, masyarakat yang sudah tumpah ruah di Jembatan Ampera tak lantas meninggalkan lokasi.

 
Mereka dengan setia menunggu asap menjauh dari proses gerhana yang berlangsung. Sesekali Matahari yang mulai tertutup oleh Bulan pun menampakkan diri, sehingga masyarakat langsung mengenakan kacamata gerhana untuk menyaksikan fenomena alam itu.
 
Puncaknya terjadi saat gerhana tertutup secara sempurna, di mana suasana yang awalnya terang, tiba-tiba menjadi gelap gulita. Sontak, para pemburu gerhana yang sedari Subuh sudah datang ke Jembatan Ampera meluapkan kegembiraan, meski dengan kondisi GMT tertutup asap.
 
Setidaknya kegelapan Palembang ini berlangsun sekitar satu menit 52 detik dan masyarakat pun mengabadikan kondisi pagi yang gelap melalui kamera ponsel pintar masing-masing.
 
"Kita kehilangan momen karena tertutup awan (asap). Seperti yang dijelaskan sebelumnya, gelapnya sekarang bukan karena mendung, melainkan pancaran sinar Matahari yang tertutup oleh Bulan dengan sempurna," ucap Kepala Bagian Humas Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan), Jasyanto di Jembatan Ampera, Rabu 9 Maret 2016.
 
Seperti diberitakan sebelumnya, Palembang menjadi kota pertama dari berbagai kota besar yang dilalui oleh GMT abad ini. Proses terjadinya GMT di Palembang berlangsung mulai pukul 06.20 WIB. Pada pukul 08.31 WIB Bulan dan Matahari “terpisah”, menandakan gerhana telah rampung.
 
Selama proses gerhana terjadi, Palembang merasakan GMT pukul 07.20 WIB, di mana proses gelap secara sempurna tersebut berlangsung selama 1 menit 52 detik. Simak video selengkapnya di .