Tabrakan, Batik Air Melaju Cepat Menuju Landasan

Pesawat Batik Air tabrak pesawat TransNusa
Sumber :
  • ANTARA FOTO/Widodo S Jusuf

VIVA.co.id - Sejumlah anggota DPR melakukan sidak di Bandara Halim Perdanakusuma setelah terjadi insiden tabrakan antara pesawat Batik Air (Lion Grup) dengan pesawat TransNusa pada Senin malam, 4 April 2016.

Dari hasil pendataan yang dilakukan, Wakil Ketua DPR, Agus Hermanto mengatakan, pesawat Batik Air diperkirakan berjalan dengan cepat menuju landasan 24 sehingga menabrak pesawat TransNusa yang juga sedang menuju tempat lain untuk diparkirkan. Namun begitu kata Agus, secara menyeluruh Komite Nasioanal Keselamatan Transportasi (KNKT) yang nantinya akan menjelaskan dari hasil investigasinya.

"Tapi paling tidak secara kasar saya berikan, bahwa terjadinya kecelakaan tersebut itu ceritanya Batik Air juga mau menuju runaway take off, namanya landasan 24," katanya di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Selasa, 5 April 2016.

Kemudian, lanjutnya, karena pesawat berjalan dengan cepat, sementara di sana juga ada pesawat TransNusa yang juga sedang berjalan menuju ke tempat lain untuk diparkirkan, maka terjadilah senggolan.

"Sehingga menuju ke satu tempat yang sama. Ini (Batik Air) menuju kemudian balik untuk mau take off, dan perintah dari ATC itu juga ternyata dalam standar penerbangan itu dengan menggunakan visual. Sehingga, dari ATC juga bisa memerintahkan bahwa Batik Air sudah boleh bergerak. Tapi ternyata dalam visual tersebut, TransNusa belum sampai ke arah tikungan," katanya.

Lalu, terus Agus, pada saat pesawat Batik Air jalan, terjadilah senggolan antara sayap kedua pesawat tersebut, walaupun sebenarnya TransNusa sudah minggir.

"Kemudian, setelah terjadi itu (tabrakan) di dalam TransNusa itu ternyata sama-sama kena wing. Kemduian kena ekor, ekor itu ada bahan bakar, sehingga bahan bakarnya tumpah, terjadi percikan api, dan itu ada kebakaran," katanya.

Menurut Agus, petugas pemadam dengan sigap melakukan pengendalian dan kebakaran dapat diatasi. Penumpang Batik Air dapat selamat seluruhnya.

"Sehingga semua (penumpang) turun dengan luncuran . Sekarang sudah melakukan investigasi baik penerbangan, maupun ATC, segala sesuatu, bahkan black box sudah download percakapan kejadian. Keterangan tadi sangat kasar, nanti secara rinci dan betul bisa dipertanggung jawabkan adalah dari KNKT," katanya.