Sambil Menangis, Adik Petugas Pajak yang Dibunuh Bercerita

Agusman Lahagu Alias Ama Tety (45 tahun), tersangka pembunuh petugas pajak.
Sumber :
  • VIVA.co.id/Putra Nasution (Medan)

VIVA.co.id – Parado Toga Fransriano Siahaan (30) sempat menceritakan soal beratnya pekerjaan sebagai juru sita penagihan pajak di Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Sibolga, Sumatera Utara. Hal itu diungkapkan oleh adik kandung korban, Pretty Sihaan.

Fransriano Siahaan sudah bertugas di Sibolga, Sumatera Utara selama 4 tahun. Sebelumnya, korban penikaman oleh wajib pajak itu pernah bertugas di Aceh.

"Dia (Fransriano Siahaan) abangku, saat tugas di Aceh dan Nias, dia pernah bilang dan cerita was-was (berhati-hati) atas tugas yang dijalaninya. Namun itu dia bilang risiko pekerjaan," kata Pretty Siahaan saat ditemui di rumah duka di Jalan Air Bersih, Medan, Sumatera Utara, Rabu siang 13 April 2016.

Meski memiliki risiko besar sebagai juru sita terhadap wajib pajak, Almarhum kata adiknya tak sering mengeluhkan pekerjaan.

"Abang aku itu malah tak mau membuat pikiran keluarga atas pekerjaannya. Dia juga tak pernah bilang takut dan tak pernah cerita kesulitan saat tugas di sana," tutur Pretty Siahaan sambil mengusap air matanya.

Sudah bertugas selama 4 tahun di Sibolga, Sumatera Utara, korban rencananya akan dipindah tugas ke Pematangsiantar, Sumatera Utara dalam waktu dekat. Selama bertugas sebagai penagih pajak, Fransriano Siahaan dicatat termasuk yang pernah mendapat penghargaan di tempat kerja.

Pihak keluarga meminta agar pihak Direktorat Jenderal Pajak (DJP) bisa memikirkan posisi juru sita agar aman dari tindakan kekerasan maupun pembunuhan saat bertugas.

"Juga sempat dapat penghargaan sebagai juru sita terbaik di tempat kerjanya. Aku meminta dan saran ke depan petugas juru sita pajak mendapatkan pengamanan dari pihak Kepolisian saat menjalankan tugas," tuturnya.

Sementara komunikasi terakhir dengan korban kata Pretty, dilakukan pada 3 hari silam.
 
Sebelumnya 2 orang petugas pajak yakni Juru Sita KPP Pratama Sibolga, Parado Toga Fransriano Siahaan (30) dan Pegawai honorer, Sozanolo Lase (35) yang merangkap sebagai petugas keamanan di KP2KP Kota Gunungsitoli dibunuh saat melakukan tugas di Kota Gunung Sitoli, Sumatera Utara, Selasa siang, 12 April 2016 pada sekitar pukul 11.30 WIB.

Pelaku merupakan seorang wajib pajak bernama Agusman Lahagu Alias Ama Tety (45) yang diduga kalap dan terkejut karena ditagih pajak mencapai Rp14,7 miliar.

Saat itu, kedua petugas mendatangi rumah pelaku di Jalan Yos Sudarso, Desa Hilihao, Kota Gunung Sitoli, Sumatera Utara untuk menagih pajak. Selanjutnya, pelaku yang merupakan pengusaha jual beli karet itu menyuruh kedua petugas pajak untuk menunggu sebentar. Tak lama berselang, pelaku malah mengeluarkan pisau dan menusuk kedua korban. Sebelum penikaman, ditengarai sempat terjadi cekcok antara petugas dan wajib pajak penunggak itu.