Anggota Teroris Santoso yang Tertangkap Bawa Bom Aktif

DPO Terorisme Kelompok Santoso. (Foto ilustrasi teroris).
Sumber :
  • VIVA.co.id/Abdullah Hamann

VIVA.co.id – Dua anggota Mujahidin Indonesia Timur (MIT) yang tertangkap di Desa Padalembara, Kecamatan Poso Pesisir Selatan Jumat, 15 April 2016 siang, ternyata membawa sejumlah bom aktif. Bom itu ditemukan disimpan di sejumlah bagian tubuh 2 pria yang masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) Kepolisian itu.

Kapolda Sulawesi Tengah Brigadir Jenderal Polisi Rudy Sufahriady mengatakan, dari sela bagian tubuh kedua  anggota Santoso ditemukan 3 buah bom aktif jenis lontong.

"Kami tidak menemukan senjata api dari 2 tersangka. Kami hanya menemukan bom lontong aktif serta sejumlah peralatan lain," kata Rudy Sufahriady di Bandara Mutiara SIS Ajufri, Palu, Sulawesi Tengah, Jumat 15 April 2016.

Dua anggota kelompok Santoso yang ditangkap tersebut adalah Ibadurohman alias Ibad alias Amru asal Bima, NTB dan Muhamad Sulaiman alias Sul alias Ifan asal Jawa. Keduanya ditangkap saat akan mencari makanan di perkebunan dan permukiman warga di Desa Padalembara, Kecamatan Poso Pesisir Selatan.

Keduanya masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) pihak Kepolisian sejak tahun 2013 lalu. Dalam rilis DPO terbaru Satgas Operasi Tinombala 2016, nama kedua tersangka juga kembali masuk dalam daftar pencarian.

"Setelah ditangkap, keduanya langsung dibawa ke Mako Brimob Poso untuk dilakukan pengembangan," kata Rudy.