NTT Tolak Setya Novanto Jadi Kandidat Ketua Umum Golkar

Setya Novanto
Sumber :
  • Syaefullah/ VIVA.co.id

VIVA.co.id – Mantan Ketua DPR RI, Setya Novanto dipastikan lolos sebagai kandidat calon Ketua Umum Partai Golkar, yang akan bertarung dalam Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) 15-17 Mei di Bali. Majunya, Novanto sebagai kandidat calon Ketua Umum partai Golkar mendapat tentangan dari barisan pemuda dan mahasiswa Nusa Tenggara Timur (NTT) Peduli Golkar.

Novanto dianggap sebagai sosok yang bermasalah dan tidak layak memimpin Golkar.

"Keterlibatan (mantan) Ketua DPR RI, Setya Novanto dalam skandal PT Freeport, tidak hanya menyeret citra institusi DPR melainkan juga reputasi dan preseden negatif terhadap Partai Golkar yang merupakan salah satu pilar demokrasi dalam sejarah bangsa ini," kata  Ketua Barisan Pemuda dan Mahasiswa NTT Peduli Golkar, Guche Montero di kawasan Cikini Jakarta, Minggu 8 Mei 2016.

Guche menambahkan, sebagai tonggak demokrasi, Partai Golkar sudah saatnya dinahkodai oleh tokoh yang mumpuni, memiliki integritas yang teruji di mata publik, mengutamakan kepentingan rakyat daripada kepentingan pribadi, kelompok, kaum pemodal dan penguasa.

Atas dasar itu, Guche Mendorong re-transformasi kepemimpinan di tubuh Partai Golkar dengan tidak memilih pemimpin yang sudah jelas memiliki rekam jejak negatif, baik cacat politik maupun hukum, akibat perilaku koruptif dan nepotis. Selain itu menurutnya, Novanto bukan sosok yang memperhatikan daerah pemilihnya.

"Perilaku koruptif dan konspiratif yang menyeret Ketua DPR RI, Setya Novanto, sebagai punggawa Pohon Beringin, menjadi tamparan keras ke wajah partai dan juga institusi negara. Maka, kami mendesak agar perilaku cacat seperti ini tidak ditolerir guna pemulihan kredibilitas dan integritas Partai Golkar di mata publik," paparnya.

Sebagai representasi dari suara Pemuda-Mahasiswa Flores Sumba Timor Alor (Flobamora) Peduli Golkar khususnya Daerah Pemilihan Nusa Tenggara Timur (NTT), Guche  menilai kontribusi dan andil politik Setya Novanto bagi masyarakat NTT masih minim. Perilaku koruptif yang selalu jadi polemik dan kontroversi di ranah publik, tidak layak dipertontonkan bagi generasi muda bangsa yang masih terus berjuang mempertahankan nilai-nilai luhur dan martabat bangsa.

"Kami mendesak penegakan hukum yang adil dan tegas terhadap perilaku koruptif maupun penyuapan yang telah merugikan negara yang melibatkan Setya Novanto. Menegaskan kembali prinsip moral Partai Golkar yakni tidak tercela."

(mus)