Perbaikan Jalur Mudik Dihentikan H-7 Lebaran

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Basuki Hadimuljono (berkacamata hitam).
Sumber :
  • Chandra GA/VIVA.co.id

VIVA.co.id – Menteri Pekerjaan Umum (PU) dan Perumahan Rakyat, Basuki Hadimuljono, menyatakan sejumlah pekerjaan jalan untuk kebutuhan arus mudik Lebaran akan dihentikan pada tujuh hari sebelum Idul Fitri atau H-7 Lebaran. Saat ini, jalur mudik di sejumlah wilayah di Indonesia sudah siap 90 persen.

"Secara umum siap sudah 90 persen, karena sejak H-30 lalu, saya sudah tugaskan tim untuk cek jalur mudik di sejumlah wilayah, seperti Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi," kata Basuki di Semarang, Minggu, 19 Juni 2016.

Dia merinci, sejumlah kesiapan infrastruktur itu khususnya di wilayah Jawa yang menjadi pusat kegiatan mudik mendatang. Salah satu tol yang sudah siap adalah tol Pejagan-Pemalang, yang telah diresmikan oleh Presiden Joko Widodo pada Sabtu kemarin.

"Kesiapan ini juga terkait pembayaran tol yang diintegrasikan dari tujuh pintu menjadi tiga pintu. Ini akan sangat membantu. Dan dua tahun lagi tol enggak ada pintu lagi, karena dengan elektronik semuanya. Itu yang sampai Brebes Timur," ujar Basuki.

Sementara itu, wilayah Jawa Tengah bagian Selatan, Jalan Lingkar Sumpiuh (JLS) di Banyumas juga sudah siap dilalui pemudik. Pada arus mudik tahun lalu, ruas jalan yang dilewati dua perlintasan kereta ini selalu terjadi kemacetan parah, namun tahun ini dipastikan akan lancar.

"Lingkar Sumpiuh ini segera diresmikan Pak Gubernur (Ganjar Pranowo). Jadi, kami jamin tidak ada kemacetan lagi," kata Basuki.

Selain itu, dia juga menargetkan pembangunan jembatan Sipait di jalur Pantura Pekalongan bisa dilewati pemudik pada H-6 Lebaran, meskipun pekerjaan belum sepenuhnya mencapai 100 persen.

Diketahui, di wilayah ini, jembatan Sipait arah Semarang masih dalam proses pembangunan, sehingga hanya ada jembatan darurat baily dan satu jembatan utama.

Karena itu, pemudik yang akan melewati jalur ini perlu waspada dan siap kendaaran terhambat cukup parah, baik melalui jalan utama maupun alternatif.

"Kami sedang kejar pengerjaannya, mudah-mudahan H-6 sudah bisa dilewati. Kalau H-6 belum jadi, ada darurat, kami pasang baily di situ, " katanya.

Untuk mengurai kemacetan di pintu keluar tol Semarang-Solo, tepatnya di pintu tol Bawen, Basuki menyebut, pemberlakuan tol sementara Bawen-Salatiga sebagai solusinya. Meski pekerjaan tol ini kurang dari 100 persen, akan tetapi dipersiapkan untuk dapat dilewati pemudik.

"Intinya, dari Semarang-Solo sampai di Bawen, kendaraan kita keluarkan sedikit (lewat tol Bawen-Salatiga) untuk menghindari Kota Salatiga yang biasanya macet parah, " tutur dia. (ase)