Polri Siap Antisipasi Serangan Teror Truk

Rupa Truk Penabrak Kerumunan di Prancis
Sumber :
  • REUTERS/Eric Gaillard

VIVA.co.id – Pada Hari Bastille di Nice, Prancis, sebuah truk besar menyeruduk kerumunan masyarakat yang sedang merayakan peringatan nasional tanda awal demokrasi di negeri Menara Eiffel itu. Presiden Prancis, Francois Hollande, telah mengonfirmasi bahwa 77 orang, termasuk anak-anak, menjadi korban dalam serangan yang terjadi Jumat dini hari waktu setempat.

Hollande pun menyebut serangan truk itu sebagai aksi terorisme, karena sopir truk juga menembaki masyarakat dan di dalam truk ditemukan senjata api serta granat.

Melihat aksi itu, jajaran aparat keamanan di Indonesia pun siap mengantisipasi serangan teror semacam ini. Menurut Kapolda Sulawesi Tengah, Brigjen Pol. Rudy Sufahriadi, salah satu kelompok yang berpotensi meniru serangan seperti itu adalah Mujahidin Indonesia Timur pimpinan Santoso alias Abu Wardah.

"Bisa saja, modus seperti apa pun tidak menutup kemungkinan. Tapi, yang jelas kami antisipasi semuanya," kata Rudy di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Jumat, 15 Juli 2016.

Untuk mencegah serangan itu dilakukan kelompok Santoso, pengejaran terhadap kelompok ini melalui Operasi Tinombala pun akan ditingkatkan intensitasnya. Saat ini, posisi Santoso sudah terkunci di sekitar pegunungan Poso, Sulawesi Tengah.

"Berakhir Operasi Tinombala Agustus," ujarnya.

Berdasarkan catatan Polda Sulawesi Tengah, sejak operasi perburuan digelar pemerintah, kekuatan kelompok ini berkurang drastis hingga hanya menyisakan 17 orang, dari 40 orang di 2015. Sejak Operasi Tinombala digelar pada 2016, sebanyak 23 anggota kelompok ini berhasil ditangkap, dan 14 orang tewas.