Jokowi Jamin Keamanan Data Peserta Tax Amnesty

Presiden Jokowi saat pencanangan program pengampunan pajak
Sumber :
  • Kris - Biro Pers Setpres

VIVA.co.id – Presiden Joko Widodo mengajak seluruh wajib pajak, termasuk para pengusaha, agar memanfaatkan berbagai keuntungan yang ditawarkan pemerintah melalui program Amnesti Pajak.

Selain memberikan keuntungan bagi wajib pajak, program tersebut juga diharapkan membawa efek positif bagi perekonomian bangsa. Termasuk pembangunan infrastruktur, likuiditas sistem keuangan dan pertumbuhan ekonomi di Indonesia.

"Kita ini mencari makan di Indonesia, mencari rezeki di Indonesia, hidup di Indonesia dan dalam situasi seperti ini negara perlu partisipasi. Amnesti Pajak ini momen penting agar uang yang banyak disimpan di luar itu juga bisa dibawa kembali ke Indonesia, karena itu diperlukan negara," jar Joko Widodo di acara Sosialisasi Program Amnesti Pajak di Grand City Convention Center Surabaya, Jumat, 15 Juli 2016.

Kesempatan untuk mengalihkan harta atau simpanan dari luar negeri itu di antaranya bisa melalui reksadana, surat berharga negara, obligasi dan investasi keuangan di bank atau lainnya. "Pokoknya uangnya dibawa dulu ke sini (Indonesia), saya jamin akan aman," katanya.

Jokowi kemudian menjabarkan, sumber keuangan negara melalui pengalihan harta kekayaan sangat dibutuhkan untuk pembangunan di berbagai sektor. Dalam lima tahun ke depan Indonesia membutuhkan Rp500 triliun.

Kerahasiaan amnesti juga dijamin, tidak akan dijadikan dasar penyelidikan, penindakan yang ada kaitannya dengan pajak dan lainnya.

"Jangan takut, kerahasiaan kami jaga, karena telah ada payung hukumnya. Saya jamin, tidak akan diminta siapa pun dan tidak akan diberikan siapa pun. Dan, yang membocorkan akan pidana lima tahun," tegasnya.

Kata Jokowi, hasil Amnesti Pajak oleh negara dipakai untuk membiayai program pembangunan ekonomi nasional yaitu, untuk pembangunan infrastruktur, pembiayaan pembangunan melalui dana desa, untuk pendidikan dan lainnya.

Amnesti diberlakukan untuk semua golongan.Jokowi mengaku akan melakukan pengawasan langsung. "Untuk pelaksanaan, saya akan awasi sendiri, saya akan bentuk task force, atau juga akan kita bentuk satgas," tegasnya.

Di acara tersebut hadir sekitar 2 ribu pengusaha dan pejabat di wilayah Jawa Timur. Tampak di antaranya Gubernur Jawa Timur Soekarwo, Wakil Gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf, Pangdam V Brawijaya Mayjen I Made Sukadana, Kapolda Jawa Timur dan Panglima Armada Timur (Pangarmatim).

Program Amnesti Pajak adalah kesempatan berharga yang tidak akan diperpanjang atau ditawarkan lagi di masa yang akan datang.

Melalui program pengampunan pajak yang berlaku hingga 31 Maret 2017, pemerintah memberikan kesempatan bagi semua wajib pajak dari seluruh kalangan baik karyawan maupun pengusaha, baik wajib pajak kecil atau besar, untuk mendapatkan penghapusan atas pokok pajak terhutang, sanksi administrasi perpajakan dan sanksi pidana di bidang perpajakan.

Untuk mendapatkan semua manfaat ini, wajib pajak hanya perlu membayar sejumlah uang tebusan dengan tarif yang sangat ringan. Program Amnesti Pajak memberikan manfaat bagi wajib pajak dan upaya pembangunan menuju Indonesia yang lebih makmur dan sejahtera. (ase)