SBY Titip Salam untuk Pemerintah soal Insiden Tol Brexit

Sekretaris Jenderal Partai Demokrat, Hinca Panjaitan (kiri), bersama Simin, suami seorang korban meninggal dunia dalam insiden di Tol Brebes alias Brexit, di Depok, pada Sabtu malam.
Sumber :
  • VIVA.co.id/Zahrul Darmawan

VIVA.co.id - Pimpinan pusat Partai Demokrat mendatangi sejumlah rumah warga Depok, Jawa Barat, yang meninggal dunia saat mudik melintasi Tol Brebes, Jawa Tengah, beberapa waktu lalu. Pengurus partai itu memberikan bantuan tunai kepada ahli waris.

Sekretaris Jenderal Partai Demokrat, Hinca Panjaitan, mengatakan bahwa kedatangannya adalah bentuk keprihatinan atas musibah yang dialami keluarga korban di tol yang belakangan populer disebut Brexit (akronim dari Brebes Exit atau pintu keluar Tol Brebes). Demokrat mengalang dana sebesar Rp450 juta yang nanti akan dibagikan ke seluruh keluarga korban tewas.

“Tentu bukan ini poinnya. Poinnya adalah rakyat tidak sendiri saat mendapat musibah, dan ini menjadi perhatian kita semua (insiden) mudik tahun ini,” katanya saat mendatangi rumah Eni Sumarna, seorang korban yang tinggal di kawasan Tugu, Cimanggis, Depok, pada Sabtu malam.

Selain di Depok, kata Hinca, ada beberapa korban lain yang sampai sekarang masih ditelusuri, antara lain, di wilayah Bogor dan Jawa Tengah. Mengenai kasus Tol Brexit itu, Hinca menegaskan perlu segera evaluasi.  

“Harus ada yang dibenahi, manajemen transportasi, manajemen lalu lintas, ketersediaan infrastruktur, fasilitas umum yang berkenaan dengan mudik. Bayangkan jika macet, dan Anda sedang sakit tapi rumah sakit jauh sekali; bagaimana pertolongannya, bagaimana bantuan air minum, dan lainnya. Ini yang harus diperhatikan,” katanya.

Partai Demokrat akan membantu pemerintah untuk memperbaiki sistem transportasi sehingga insiden serupa Brexit tak terulang lagi. Menurut Hinca, musibah itu adalah pelajaran berharga bagi bangsa dan negara betapa urusan transportasi tak boleh dianggap remeh karena menyangkut nyawa warga negara.

“Pesan Pak SBY (Susilo Bambang Yudhoyono, Ketua Umum Partai Demokrat sekaligus mantan Presiden), segera sampaikan salam pada keluarga korban; turut berduka. Kepada pemerintah, kita ingin mendorong agar evaluasi secepatnya dan menghargai sikap keterbukaan pemerintah untuk minta maaf atas kejadian itu,” kata Hinca.

Di tempat yang sama, Wakil Wali Kota Depok, Pradi Supriatna, mengaku sangat mengapresiasi langkah pengurus Partai Demokrat. Pemerintah Kota juga turut memberikan perhatian kepada keluarga korban.

Simin, suami Eni Sumara (55 tahun), seorang korban tewas akibat kelelahan saat macet di Tol Brebes, tak kuasa menahan sedih. Pria paruh baya itu bahkan tak sanggup berkata ketika sejumlah pengurus Demokrat menyampaikan rasa keprihatinannya atas musibah tersebut.  

“Kami tidak ingin menyalahkan siapa pun, kami hanya berharap semoga Pemerintah bisa memperbaiki masalah ini agar tidak ada lagi korban di kemudian hari,” kata Arika Triwibowo (21 tahun), anak korban.