Ridwan Kamil: Kritikan Bandung Tak Humanis Sangat Politis

Walikota Bandung Ridwan Kamil dan Ketua MPR Zulkifli Hasan.
Sumber :
  • Suparman/ VIVA.co.id

VIVA.co.id – Wali Kota Bandung, Ridwan Kamil, menanggapi kritik yang disampaikan mantan Wakil Wali Kota Bandung Ayi Vivananda. Menurut Wali Kota yang akrab disapa Emil itu, kritik Ayi tidak berdasar, dan hanya menunjukkan sikapnya sebagai politisi yang ingin kembali merebut kekuasaan.

"Soal Ayi, sekarang tanya pak Ayi motivasinya apa? Ingin jadi wali kota kan. Kalau orang berpolitik, dia kunci dulu tujuannya baru cari alasan untuk menjustifikasi kembali," kata Emil di Bandung, Jawa Barat, Kamis, 18 Agustus 2016.

Emil menyatakan, kritik yang dilayangkan bertolak belakang dengan kenyataan yang ada di Bandung. Baik mengenai program Pemerintah Kota Bandung yang dianggap Ayi tidak humanis, serta tidak menjunjung kearifan budaya lokal.

"Kurang humanis apa lagi, dari sisi kemanusiaan kita sudah sangat dekat. Dua, soal budaya Sunda, di zaman kita, ada program 'Rebo Nyunda' bisa hadir di sekolah, itu mewujudkan budaya Sunda," ujarnya menambahkan.

"Jadi kalau orang sudah berpolitik, alasan itu dicari. Saya tidak anti kritik, tapi kalau tidak berbasis data menurut saya debatable," kata Emil.

Sebelumnya, Ayi Vivananda mengaku siap bersaing dengan Emil dalam pemilihan Wali Kota Bandung, meski pernah mengalami kekalahan saat bersaing pada Pilkada Bandung 2012.

Kata Ayi, pertimbangannya ingin kembali mencalonkan diri karena kecewa dengan kepemimpinan Emil, yang dianggap kurang menyentuh masyarakat secara nyata. Menurut dia, pemerintah Emil terkesan kaku dan jauh dari masyarakat, karena lebih banyak bertemu di media sosial.

Selain itu, Ayi melihat pembangunan fisik yang dilakukan Emil justru menghilangkan jati diri Sunda yang seharusnya tertanam di Kota Bandung. Salah satunya adalah penggunaan bahasa asing dan serapan pada penamaan taman.

(mus)