Menjual Wisata Halal

Bandara Sultan Iskandar Muda di Banda Aceh
Sumber :
  • VIVA.co.id/Zulkarnaini Muchtar

“Ada hotel, restoran, travel agent, airport, mal, banyak semua yang berkaitan dengan industri pariwisata,” kata Sofyan.

Salah satu hotel yang meraih penghargaan dalam Kompetisi Anugerah Pariwisata Halal Terbaik tahun ini adalah The Rhadana. Hotel yang terletak di Kuta, Bali itu, mengantongi penghargaan sebagai Friendly Family Hotel atau Hotel Ramah Keluarga. 

“Dari awal berdiri The Rhadana ini saya memang sudah punya tagline, the first modern moslem's friendly with MUI certificate in Bali,” ujar Chairman Hotel The Rhadana, Rainier H Daulay.

Pengalaman Rainier mengelola sebuah hotel yang menyuguhkan nuansa Islam sebetulnya sudah dimulai sejak 16 tahun lalu. Saat itu, ia membangun hotel The Oasis Lagoon di Sanur.  Masing-masing kamarnya dilengkapi dengan Alquran dua bahasa, Arab dan Indonesia serta sajadah dan mukena.

Menurut Rainier, ada cerita unik menyertai perjalanan hotel miliknya. Nyaris setiap hari, Alquran yang diletakkan di kamar hotelnya raib. Hal itu terjadi tiga tahun lamanya. Menariknya, Rainier tak mempermasalahkan hal tersebut.

“Subhanallah 99 persen Alquran di kamar-kamar hotel itu justru hilang karena dibawa oleh tamu yang notabene adalah turis asing yang mayoritas non-Muslim,” kata pria lulusan Universitas Indonesia ini.

Tiga tahun lalu, Rainier membangun The Rhadana. Seperti The Oasis Lagoon, hotel  barunya itu juga dilengkapi dengan Alquran, mukena, sarung, dan sajadah. Bahkan, setiap kamarnya dilengkapi arah kiblat serta jadwal salat sesuai waktu setempat.

Namun di sisi lain, interior The Rhadana tidak memperlihatkan nuansa Arab ataupun kaligrafi. Setiap kamarnya, justru menerapkan konsep tematik, mulai dari kamar DJ hingga Bob Marley.

Meski mayoritas penduduk Bali beragama non-Muslim, diakui Rainier, kunjungan turis dari negara-negara Timur Tengah ke Pulau Dewata cukup tinggi. Ia mencontohkan bahwa saat ini terdapat dua penerbangan langsung dari Timur Tengah ke Bali setiap harinya. 

“Berarti ada 14 flight seminggu penerbangan langsung dari Timur Tengah. Belum yang one stop service transit di Kuala Lumpur, Singapura itu puluhan. Itu berarti banyak pasar baru kan?” ucap Rainier.