Menjual Wisata Halal
- VIVA.co.id/Zulkarnaini Muchtar
“Sekarang saya katakan halal adalah lifestyle. Halal itu adalah opportunity yang saya lakukan sebelumnya dan tanpa saya sadari itu terjadi hari ini.”
General Manager The Rhadana Kuta, Budiman Tanto Widjaja menambahkan, turis mancanegara yang menginap di The Rhadana Kuta saat ini kebanyakan berasal dari Australia, Jerman, Prancis, Inggris, Italia, Rusia, Belanda, Korea Selatan, Malaysia, dan Singapura. The Rhadana Kuta sendiri, ujarnya, tidak menargetkan khusus wisatawan Muslim saja.
“Target pasar kita semuanya, Muslim dan non-Muslim. Seluruh pegawai kita tidak mengenakan busana Muslim. Justru mereka mengenakan pakaian tradisional adat Bali. Itulah keunikannya. Bahkan, 95 persen pegawai hotel kami adalah mereka yang beragama Hindu,” kata Budiman.
Satu lagi tempat yang memperoleh penghargaan Kompetisi Anugerah Pariwisata Halal Terbaik 2016 adalah Bandara Sultan Iskandar Muda di Aceh. Bandara yang pernah dihantam tsunami pada 2004 ini terpilih sebagai Airport Ramah Wisatawan Muslim Terbaik.
Sekilas, kegiatan di Bandara Sultan Iskandar Muda tidak ubahnya seperti bandara pada pada umumnya. Hiruk pikuk para penumpang, para penjemput dan kegiatan ekonomi mewarnai salah satu bandara bertaraf internasional di Indonesia tersebut.
Namun, jika di perhatikan lebih detail, bandara yang melayani rute domestik dan internasional ini memiliki arsitektur yang menarik. Perpaduan antara arsitektur Islam, modern dan nilai-nilai lokal di bagian interior, berbaur menjadi satu kesatuan yang indah.
Tampak depan, sangat terlihat ciri khas Aceh, tiga kubah yang cukup besar persis sama dengan kubah masjid, ini melambangkan agama, budaya dan pendidikan. Membuat kesan bandara yang mengambil nama seorang ulama sekaligus panglima perang Aceh, seperti salah satu masjid di daerah tersebut.
Nuansa Islami yang cukup kental tampak di setiap sudut, mulai dari posko pengambilan karcis parkir, bagi perempuan mengenakan jilbab, begitu pula petugas perempuan di counter loket tiket maskapai.
Sementara di halaman teras Bandara Sultan Iskandar Muda tersusun rapi kantin-kantin yang menyediakan makanan, mulai dari kopi khas Aceh hingga kue tradisional Aceh merupakan hal yang wajar. Setiap kantin yang ada di bandara itu sudah lama mengantongi label halal yang dikeluarkan oleh Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Provinsi Aceh.