Sudah Puluhan Ribu Warga Jawa Barat Jadi Korban Bencana Alam

Aparat TNI bersama warga mencari korban banjir bandang di bawah jembatan rel kereta api di Desa Jayawaras, Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut, Jawa Barat, pada Jumat, 30 September 2016.
Sumber :
  • VIVA.co.id/Diki Hidayat

VIVA.co.id – Kepala Badan Pengelolaan Lingkungan Hidup Daerah (BPLHD) Provinsi Jawa Barat, Anang Sudharna, mengungkapkan jumlah warga yang menjadi korban bencana alam di Jabar terus meningkat. Bahkan, persentase masyarakat yang dirugikan mengalami kenaikan lebih dari 50 persen dari periode 2015.

Tercatat hingga September 2016, korban tewas akibat bencana alam mencapai 66 jiwa, 22 hilang, 42 luka-luka dan lebih dari 35.469 warga mengungsi.

"Ini menunjukan musibah yang terjadi meningkat. Karena apa? Ya kerusakan lingkungan oleh ulah manusia itu sendiri," ujar Anang di Bandung, Senin 17 Oktober 2016.

Dibandingkan pada 2015, Provinsi Jawa Barat mencatat ada 57 orang menjadi korban tewas, sebanyak 12 orang hilang, 37 luka-luka dan 16.212 mengungsi akibat korban bencana alam.

"Korban ini setiap tahun selalu meningkat, ini menandakan kerusakan alam terus terjadi. Jabar ini memang tinggi kerawanan longsor dan banjirnya," katanya.

Bencana besar terakhir menerjang Kabupaten Garut, banjir bandang pada 20 September 2016 itu menyebabkan 34 orang meninggal dan 19 lainnya hilang. Anang menilai, Garut adalah salah satu contoh nyata bahwa kerusakan lingkungan berdampak ancaman bagi masyarakat.

Dia menambahkan, sektor yang rentan menjadi kawasan bencana adalah resapan air di Kecamatan Pasirwangi, Kabupaten Garut yang telah beralih fungsi enjadi wisata kolam pemandian air panas.

"Di (kawah) Darajat itu enggak ada izinannya. Masalahnya kok didiamkan? Kami sudah buat surat teguran karena itu jelas merusak lingkungan," ujarnya.

(ren)