SBY Akan Serahkan Copy Dokumen TPF Munir ke Jokowi

Presiden Jokowi saat menerima kunjungan Presiden ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono di Istana Negara
Sumber :
  • ANTARA FOTO/Prasetyo Utomo

VIVA.co.id  – Mantan Sekertaris Kabinet (Seskab) Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) Sudi Silalahi menyatakan, mantan Presiden RI ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) ikut menelusuri dokumen hasil investigasi Tim Pencari Fakta (TPF) penyelidikan Munir yang hilang .

Menurut Sudi, SBY sebagai mantan Presiden RI sebelum Jokowi, merasa bertanggung jawab atas pembentukan tim investigasi dan hasil investigasi yang dilakukan TPF Munir bekerja semasa SBY masih sebagai Presiden.

"Mantan Presiden SBY selama dua minggu ini melakukan pertemuan khusus mantan pejabat KIB. Dia mendengarkan apa yang diingat oleh mantan Ketua TPF Munir, Marshudi Hanafi dan mantan anggota TPF, Rachland Nasidik," kata Sudi Silalahi di Cikeas, Bogor, Selasa, 25 Oktober 2016 .

Ia menceritakan, menurut Marshudi, pada pertemuan antara Pemerintah dengan TPF Munir sekitar akhir Juni 2015, tim TPF telah memberikan sekitar enam contoh (salinan) laporan kepada Pemerintah. Ketika itu, secara simbolik naskah pertama diserahkan kepada Presiden SBY di Istana Negara.

Menurutnya, hasil investigasi tim TPF Munir kepada Presiden SBY itu disaksikan oleh seluruh pejabat terkait yang hadir ketika itu. Tidak hanya itu, laporan investigasi tim TPF Munir ketika itu juga dibagikan kepada seluruh pejabat terkait penilaian terkait proses hukum yang menjadi rekomendasi Tim Pencari Fakta Munir.

Jadi, kami para mantan anggota KIB akan terus mencari di mana naskah-naskah itu disimpan, mengingat hingga saat ini Kapolri telah berganti 7 pejabat, Jaksa Agung sudah 4 pejabat, Kepala BIN sudah 5 pejabat, Menteri Hukum & HAM sudah 5 pejabat, dan Seskab sendiri sudah 4 pejabat," ujar Sudi.

Dalam proses penelusuran yang dilakukan mantan pejabat terkait KIB jilid II, lanjut Sudi, mendapatkan salinan naskah laporan akhir TPF Munir. Dokumen itu diyakini sesuai dengan naskah asli yang saat ini diyakini telah hilang.

"Salinan dari dokumen ini akan kami kirimkan ke Bapak Presiden RI melalui Menteri Sekretaris Negara untuk digunakan sebagaimana mestinya," kata Sudi.

Lihat video istri Munir ultimatum Presiden Jokowi di sini.