Bom Gereja di Samarinda, 18 Orang Jadi Saksi

Tim Gegana Polda Kalimantan Timur melakukan pemeriksaan di Gereja Oikumene Samarinda usai terjadinya ledakan bom yang menewaskan seorang bocah berusia 3,5 tahun, MInggu (13/11/2016). Foto: ANTARA FOTO/Amirulloh
Sumber :
  • ANTARA FOTO/Amirulloh

VIVA.co.id – Kepolisian Resor Kota Samarinda telah menetapkan 18 orang menjadi saksi dalam kejadian ledakan bom di Gereja Oikumene, Minggu, 13 November 2016.

Jumlah saksi itu bertambah seiring dengan pengembangan penyelidikan. Sebab sebelumnya hanya ada 16 orang yang diamankan sebagai saksi.

"Sampai hari ini ada 18 orang yang menjadi saksi," kata Kapolres Kota Samarinda Kombes Pol Setyo Budi Dwiputro, Senin, 14 November 2016.

Sejauh ini, kepolisian masih terus menyelidiki jenis bom yang digunakan pelaku, Juhanda, saat melakukan aksinya di Gereja Oikumene.

Di kawasan Kota Samarinda juga dilakukan pengetatan terhadap warga pendatang yang hendak masuk ke wilayah ini. Langkah ini sebagai antisipasi kemungkinan masuknya peneror baru di daerah itu.

"Seluruh unsur akan melakukan pengetatan pengaman untuk pendatang. Pengawasan akan ditingkatkan," katanya.

M Asri Sattar/Samarinda