Ada Demo 2 Desember, Pembahasan Sandera Abu Sayyaf Ditunda

Korban sandera Abu Sayyaf yang berhasil dibebaskan dan dikembalikan ke negaranya masing-masing. Terlihat ada tiga WNI dan seorang warga Norwegia (berjanggut). Diperkirakan masih ada sekitar 27 sandera ditangan mereka.
Sumber :
  • VIVA.co.id/istimewa

VIVA.co.id – Menteri Pertahanan Indonesia Ryamizard Ryacudu menunda pertemuan dengan Menteri Pertahanan Malaysia dan Filipina untuk membahas masalah patroli bersama terkait pengamanan jalur wilayah laut di tiga negara. Pertemuan tersebut sedianya akan digelar, Rabu 23 November 2016.

"Itu saya undur. Ada situasi di sini, masak saya pergi-pergi terus," kata Ryamizard di kompleks Istana Kepresidenan, Rabu.

Ryamizard berujar, jika tidak aral melintang, pertemuan itu akan digelar usai aksi demontrasi massa pada 2 Desember 2016 mendatang. "Setelah enggak ada demo besar-besaran segala macam baru saya pergi. Kalau masih ada ribut-ribut terus saya pergi itu enggak bagus lah ya," katanya.

Nantinya, dalam pertemuan mendatang itu, akan difokuskan untuk membahas masalah patroli bersama di dekat perairan Tawau, Sabah, Malaysia.

Seiring dengan seringnya Warga Negara Indonesia (WNI) yang menjadi Anak Buah Kapal (ABK) asing diculik di perairan tersebut oleh kelompok bersenjata asal Filipina, Abu Sayyaf. "Saya dalam pertemuan yang akan datang saya akan fokuskan di dekat Tawau, Sabah, Malaysia," ujar Ryamizard.

Diketahui, dua WNI asal Desa Tallu Banua, Kecamatan Sendana, Majene, Sulawesi Barat, Safaruddin selaku kapten kapal dan Sawal sebagai ABK diculik di perbatasan perairan Malaysia dan Filipina. Penculikan dilaporkan oleh pemilik perusahaan di Sabah, Malaysia, bahwa kedua WNI yang terdiri dari kapten kapal dan satu ABK Majene dibawa pergi ke arah perairan Filipina.

(mus)