Kondisi Anggota TNI Korban Helikopter Jatuh Mulai Membaik

Pencarian korban jatuhnya Helikopter Bell 412 di pedalaman hutan Kalimantan Utara, Minggu (27/11/2016)
Sumber :
  • VIVA.co.id/twitter@tni_ad

VIVA.co.id – Kondisi Letnan Satu Abdi Darnain – anggota TNI Angkatan Darat yang selamat dalam kejadian jatuhnya Helikopter Bell 412 di kawasan pegunungan Malinau, Kalimantan Utara – dilaporkan mulai membaik. Demikian ungkap Komandan Lanud Tarakan, Kolonel Penerbang Umar Fathurahman, Rabu 30 November 2016.

Saat ini, Lettu Abdi Darnain memang sedang mendapatkan perawatan intensif di RS TNI Angkatan Laut Ilyas Tarakan. Sebelumnya, saat ditemukan Minggu, 27 November 2016, di lokasi heli Bell 412 yang terjatuh, Lettu Abdi dalam kondisi memprihatinkan.

Ia mengalami dehidrasi berat lantaran tidak makan dan minum selama 75 jam usai Helikopter Bell 412 yang ditumpanginya bersama empat anggota TNI yang lain terjatuh pada Kamis, 24 November 2016.

Tak cuma itu, Lettu Abdi juga mengalami patah pada kaki kanannya dan mengalami sejumlah luka di tubuhnya.

Pencarian Dihentikan

Sementara itu, untuk pencarian seorang korban lainnya yakni Lettu Yohanes, hingga Rabu, 30 November 2016, proses evakuasi sementara dihentikan.

Seluruh armada mulai dari tim SAR dari Paskhas AU, Basarnas, dan anggota TNI termasuk sejumlah armada udara dikembalikan ke pangkalan Udara Tarakan.

"Sementara ditarik dulu pasukan pencarian. Pencarian akan dilanjutkan oleh pasukan Kodim Malinau," kata Umar.

Heli Bell 412 milik TNI AD ini sebelumnya dilaporkan hilang kontak sejak Kamis, 24 November 2016. Helikopter ini baru ditemukan pada Minggu, 27 November 2016, di kawasan hutan dalam kondisi mengenaskan.

Dari lima awak, tiga orang dinayatakn meninggal dunia dan seorang bernama Lettu Abdi Darnain selamat, sementara seorang lagi Lettu Yohanes masih dalam pencarian.

Helikopter ini rencananya akan mendarat di Desa Long Bawan Malinau Kalimantan Utara untuk mengirimkan 400 kilogram logistik bagi pasukan pengaman perbatasan. Namun nahas, cuaca buruk dan angin kencang membuat helikopter ini terjatuh di kawasan pegunungan.

Muhammad Tahir / Kalimantan Utara

(ren)