Dampak Siklon Tropis Ancam Jawa Timur, Bali dan NTB

Jumpa pers BNPB soal penanganan bencana gempa Aceh dan Bima.
Sumber :
  • Danar Dono

VIVA.co.id – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), telah mengeluarkan analisis dampak
Siklon Tropis YVETTE, yang saat ini posisinya berada di Samudera Hindia. Pembentukan awan itu menyebabkan kabupaten Bima, Nusa Tenggara Timur, diterjang banjir dahsyat Rabu kemarin.

Berdasarkan analisis pada Rabu, 22 Desember 2016, pukul 07.00 WIB, posisi awan siklus ini berada di Samudera Hindia Selatan Bali atau sekitar 630 km sebelah selatan Denpasar. Awan bergerak ke arah tenggara dengan kecepatan gerak mencapai 3 km per jam. Terpantau tekanan udara rendah mencapai 990 mb dengan kekuatan angin 75 km per jam atau 40 knot.

Prakiraan, selama 24 jam atau pada 23 Desember 2016, sudah akan berdampak pada wilayah Indonesia.
Akan terjadi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat di wilayah Jawa Timur, Bali, NTB dan NTT.

Angin kencang terjadi di wilayah Jawa Timur bagian Selatan, Bali, NTB, dan NTT. Gelombang laut dengan ketinggian antara 2,5 sampai 4 meter di wilayah Perairan Selatan Jawa Tengah dan Jawa Timur, Samudera Hindia selatan Jawa Tengah hingga selatan Jawa Timur, Perairan Selatan Bali dan selatan Lombok, Samudera Hindia selatan Pulau Sumba hingga selatan Pulau Rote

"Gelombang laut dengan ketinggian lebih dari 4 meter di wilayah Samudera Hindia Selatan Bali dan Lombok," kata BMKG berdasarkan rilis yang dikirim.

Hujan deras dan ekstrem akibat siklon tropis Yvette sudah menyebabkan banjir bandang di Bima dan Sumbawa, Nusa Tenggara Barat. Banjir tinggi ini menyebabkan tiga wilayah di daerah itu terisolir.

"Untuk Bima terjadi tropical cyclone di Samudera Hindia, sehingga menyebabkan curah hujan tinggi dan berdampak tiga daerah," ujar Kepala Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana, Sutopo Purwonugroho, di kantornya, Kamis 22 Desember 2016.

Menurut Sutopo, akibat banjir bandang tersebut, Kota Bima, Kabupaten Bima dan kabupaten Sumbawa lumpuh. Tapi saat ini, dilaporkan membaik. Saluran telepon dan listrik mulai tersambung kembali.
 
"Situasi sekarang adalah kita lakukan assasment dampak bencana. Listrik sebagian sudah menyala meski belum pulih, telepon mulai tersambung" tambah Sutopo.
 
BNPB telah mengirim tim ke lokasi untuk membantu melakukan penanganan bencana bersama BPBD. Potensi hujan sedang yang masih berpotensi tinggi akan diantisipasi.
 
"Tim reaksi cepat sudah kelokasi, kita sudah koordinasi dengan BMKG, ada potensi hujan namun Insya Allah kecil," kata dia.
 
(ren)