Napi Nusakambangan yang Kabur Sembunyi di Plafon Masjid

Kapal Angkatan Laut Serayu milik Pangkalan Angkatan Laut Cilacap melakukan patroli pengamanan di seputar wilayah laut Pulau Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah.
Sumber :
  • VIVA.co.id/Muhamad Solihin

VIVA.co.id - Kepolisian Daerah Jawa Tengah berhasil menangkap satu dari dua narapidana yang kabur dari Lembaga Pemasyarakatan Kelas I Batu, Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah. Napi itu bernama Syarjani Abdullah (40 tahun).

Menurut Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Jateng, Komisaris Besar Polisi Djarod Padakova, Syarjani ditangkap saat bersembunyi di sebuah masjid di Lapas Batu. Ia ditangkap tim gabungan pada Senin malam, 30 Januari 2017.

"Saat kami tangkap, dia sembunyi di plafon masjid di Lapas Batu," kata Djarod di Semarang pada Selasa, 31 Januari 2017.

Napi yang baru saja dibekuk itu ditahan di sebuah sel khusus Lapas Batu Nusakambangan. Penyidik polisi masih menginterogasi yang bersangkutan untuk mencari modus kabur serta keberadaan napi lain.

"Kita terus investigasi untuk mengungkap modus kedua napi itu kabur. Selain itu, investigasi juga untuk segera menangkap satu napi lain," katanya.

Djarod menyebut, tim gabungan masih menyisir sejumlah titik Pulau Nusakambangan untuk menangkap rekan Syarjani yakni M Husein (43 tahun) yang belum ditangkap. Penyisiran di lingkup dalam pulau maupun jalur keluar pesisir Nusakambangan.

"Kita juga sebarkan gambar daftar pencarian orang ke sejumlah nelayan, termasuk koordinasi dengan Polda Jabar, Jatim, untuk mengawasi. Polisi air juga kita kerahkan," ujarnya.

Syarjani dan Husein diketahui kabur dari Lapas Batu pada Sabtu pekan lalu. Mereka melarikan diri dengan cara memanjat pagar di Pos III yang belum ada penjaganya sekira pukul 14.00 WIB.

Kedua napi itu adalah terpidana kasus narkoba yang baru dipindahkan sebulan lalu dari Lapas Cirebon. Belakangan diketahui bahwa M Husein, yang masih hilang, merupakan mantan kombatan anggita Gerakan Aceh Merdeka. (ren)