Tolak Tol, Perempuan di Probolinggo Sandera Alat Berat

Ilustrasi/Pembangunan jalan tol
Sumber :
  • ANTARA FOTO/Nova Wahyudi

VIVA.co.id – Puluhan perempuan dari Desa Kareng Kidul Kabupaten Probolinggo Jawa Timur menyandera sejumlah alat berat milik PT Waskita Karya di lokasi pembangunan Jalan Tol penghubung Pasuruan dan Probolinggo, Rabu, 5 April 2017.

Dalam aksinya mereka menolak pembangunan jalan tol yang membelah desa mereka. Sebab, dengan adanya tol, warga akan kesulitan untuk menuju ke desa lain.

"Nanti jika tetap ditutup, warga harus berputar arah dengan jarak tempuh yang cukup jauh, menuju desa seberang," kata salah seorang pengunjuk rasa, Irma.

Pengunjuk rasa lainnya, Lisa menambahkan, mereka berharap agar pembangunan tol tersebut dibatalkan. Jika tidak, warga akan menggelar aksi yang lebih besar. "Kami akan demo susulan yang lebih besar," katanya.

Perwakilan proyek pengerjaan tol Pasuruan-Probolinggo, Wahyudi, mengaku bahwa alasan warga menolak pembangunan tol tersebut menyalahi kesepakatan yang telah dibuat sebelumnya.

"Jadi alasan mereka demontrasi massa itu tidak benar, ini semua kan sudah sesuai dengan kesepakatan dan bestek yang ditetapkan," katanya.

Sejauh ini, dampak unjuk rasa itu menimbulkan kemacetan di sepanjang jalan raya Kareng Kidul, Probolinggo. Petugas kepolisian juga terlihat terbatas untuk mengamankan aksi unjuk rasa.