Ini Kondisi Miris 11 Pendaki saat Ditemukan Tim Penyelamat

Ilustrasi pendaki
Sumber :
  • Pexel

VIVA.co.id – Peristiwa 11 pendaki di Gunung Prau, Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah, tersambar petir menyisakan cerita pedih tersendiri. Bagaimana tidak, para korban selamat nampak syok berat dan memilih tak meninggalkan temannya yang tewas.

Menurut Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Wonosobo, Prayitno, mereka tetap guyub dan kompak hingga tim Search and Rescue (SAR) dibantu sejumlah unsur masyarakat melakukan evakuasi.

"Mereka masih menyatu (bersatu-guyub). Tak ada yang pergi meninggalkan (korban selamat). Namun dari raut muka mereka yang selamat tampak syok berat, sementara yang tiga lainnya sulit kami katakan kondisinya. Dua korban luka juga mengalami luka bakar," kata Prayitno kepada VIVA.co.id, Senin 24 April 2017.

Dijelaskan, petir menyambar sekira pukul 14.40 WIB. Saat itu, ke-11 pendaki memang tengah membuat tenda di dekat tower Nganjir karena hujan deras. Sambil menunggu hujan reda, mereka asyik main telepon seluler. Evakuasi memang berjalan agak lambat. Akhirnya para korban bisa dibawa turun dan dibawa ke rumah sakit sekira pukul 19.30 WIB.

"Laporan pertama kali datang dari basecamp, kemudian diteruskan ke sejumlah pihak terkait. Mereka memilih tetap bertahan hingga proses evakuasi dilakukan," kata dia.

Disebutkan, awalnya rombongan pendaki sampai di Basecamp Gunung Prau, kawasan Desa Patak Banteng pada Sabtu 22 April 2017 pukul 14.00 WIB. Rombongan tersebut kemudian naik ke kawasan Gunung Prau. Keesokan harinya, Minggu 23 Aprl.