Muslimat NU Geregetan Khofifah Tak Juga Maju Pilkada

Harlah ke-71 Muslimat NU dan Haul Syekh Abdul Qadir Jailani di rumah Khofifah Jalan Jemursari Surabaya, Jawa Timur, Senin (24/4/2017)
Sumber :
  • VIVA.co.id/Nur Faishal

VIVA.co.id – Ketua Muslimat Nahdlatul Ulama Kota Surabaya Lilik Fadilah menyatakan bahwa organisasi ibu-ibunya NU itu siap mendukung Khofifah Indar Parawansa jika maju sebagai calon gubernur di Pemilihan Kepala Daerah Jawa Timur 2018. Khofifah adalah ketua umum PP Muslimat NU.

"Muslimat siap mendukung Ibu Khofifah kalau maju di Pilgub Jatim," kata Lilik dalam sambutan di acara harlah ke-71 Muslimat NU dan Haul Syekh Abdul Qadir Jailani di rumah Khofifah, Jalan Jemursari Surabaya, Jawa Timur, Senin, 24 April 2017. Di acara itu, ribuan anggota Muslimat se-Surabaya hadir.

Lilik kemudian mengungkap kemenangan Tri Rismaharini atau Risma di Pemilihan Kepala Daerah Kota Surabaya pada 2015. Dia mengutarakan itu karena Risma representasi kaum hawa di panggung politik. "Kalau Risma dulu menang 81 persen, besok Ibu Khofifah (di Pilkada Jatim) wajib menang 99 persen," ujarnya.

Lilik terpaksa menyelipkan pernyataan dukungan di acara Harlah Muslimat NU karena geregetan Khofifah tidak segera menyatakan siap maju. "La wong Pilkada kari emben ae, kok (Pilkada tidak lama lagi, kok). Saya tidak akan tedeng aling-aling (soal dukungan)," ucapnya.

Di akhir acara, Habib Umar Abdullah Assegaf didapuk panitia untuk membacakan doa. Nah, sebelum berdoa, habib yang mendampingi Syekh Afifuddin Al-Jailani, cucu Syekh Abdul Qadir Jailani, selama acara itu juga mengajak hadirin untuk mendoakan Khofifah jadi gubernur Jawa Timur periode mendatang.

Khofifah ogah menanggapi serius dukungan dan doa untuk dirinya jika maju di Pilkada Jatim. Dia meminta wartawan agar mengonfirmasi langsung kepada pihak yang mengeluarkan pernyataan. "Apa yang ada di forum tadi silakan dikonfirmasi ke yang bersangkutan," ujarnya usai acara.

Khofifah memang dikabarkan akan maju sebagai calon gubernur Jawa Timur pada 2018. Selain dia, nama lain yang membuntutinya di bursa pilkada ialah Saifullah Yusuf atau Gus Ipul, kini wakil gubernur Jawa Timur. Keduanya pernah terlibat rivalitas politik pada Pilkada Jatim 2008 dan 2013.