Dua Lansia Korban Banjir Bandang di Magelang Masih Hilang

Proses evakuasi korban banjir bandang di Kecamatan Grabag, Magelang, Jawa Tengah, pada Senin, 1 Mei 2017.
Sumber :
  • VIVA.co.id/Dwi Royanto

VIVA.co.id - Tim SAR gabungan melanjutkan pencarian dua korban banjir bandang di desa Sambungrejo, Kecamatan Grabag, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, pada Senin, 1 Mei 2017. Operasi pencarian melibatkan ribuan personel dan sejumlah alat berat.

Menurut Kepala Basarnas Jawa Tengah, Agus Haryono, fokus pencarian berada di sektor C, yakni Desa Deles, dengan pembagian tim menjadi tiga sektor. Dua korban yang masih hilang adalah wanita lanjut usia (lansia), yaitu Masinem (80 tahun) dan Jamilatun (60 tahun).

"Pencarian sendiri menggunakan alat manual serta menerjunkan satu unit alat berat. Dikarenakan banyaknya puing reruntuhan rumah yang menghambat proses pencarian," kata Agus.

Pada pencarian hari sebelumnya, tim juga sempat terhambat kondisi cuaca yang berubah-ubah. Maka proses pencarian dihentikan pada waktu lebih awal.

Sudah 10 korban ditemukan dalam kondisi meninggal. Lima korban ditemukan sesaat setelah banjir bandang pada Sabtu, 29 April 2017. Pada pencarian hari kedua, tim menemukan lima korban lain, yakni Catur Dani (35 tahun), Fayat Zaidan (4 tahun), Paryah (40 tahun), Siti Mardiah (45 tahun), dan Nayla (6 tahun).

Banjir bandang menerjang lima dusun di dua desa di kecamatan Grabag, Magelang, Sabtu, 29 April 2017. Sejumlah wilayah terdampak, yakni Dusun Nipis, Dusun Sambungrejo, Dusun Karanglo di Desa Sambungrejo; dan Dusun Deles, Dusun Kalisapi di Desa Citrosono, Kecamatan Grabag.

Sebanyak 46 kepala keluarga atau 170 jiwa mengungsi di masjid dan di rumah warga. Tujuh puluh satu rumah rusak akibat musibah bencana alam itu, yaitu 25 unit rumah rusak berat, 12 unit rusak ringan, dan 34 unit rumah terdampak.