Anjing Pelacak Temukan Satu Jasad Korban Banjir Magelang

Tim SAR gabungan mengevakuasi korban ke-11 banjir bandang Magelang, Jawa Tengah, pada Senin, 1 Mei 2017.
Sumber :
  • VIVA.co.id/Dwi Royanto

VIVA.co.id - Proses pencarian korban banjir bandang di Kecamatan Grabag, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, membuahkan hasil. Satu jenazah korban berhasil dievakuasi tim SAR gabungan sekira pukul 14.15 WIB, Senin, 1 Mei 2017.

Menurut Kepala Seksi Operasi Basarnas Jawa Tengah, Agung Hari P, korban diketahui bernama Jamilatun (12 tahun), warga desa Deles, Kecamatan Grabag. Korban adalah cucu dari Masinem (80 tahun), korban lain yang belum ditemukan.

"Korban ditemukan Tim SAR berkat bantuan anjing pelacak di sektor C. Anjing tersebut mencurigai adanya bau atau tanda-tanda adanya korban," kata Agung.

Berkat bantuan anjing pelacak itu, tim langsung menerjunkan alat berat untuk penggalian. Akhirnya korban Jamilatun ditemukan dalam posisi tertimbun tanah sedalam satu meter.

Penemuan jenazah Jamilatun membuat total korban meninggal dunia banjir bandang menjadi 11 orang. Masih ada satu korban, yaitu Masinem (80 tahun), yang belum ditemukan hingga kini.

Banjir bandang menerjang lima dusun di dua desa di kecamatan Grabag, Magelang, Sabtu, 29 April 2017. Sejumlah wilayah terdampak, yakni Dusun Nipis, Dusun Sambungrejo, Dusun Karanglo di Desa Sambungrejo; dan Dusun Deles, Dusun Kalisapi di Desa Citrosono, Kecamatan Grabag.

Sebanyak 46 kepala keluarga atau 170 jiwa mengungsi di masjid dan di rumah warga. Tujuh puluh satu rumah rusak akibat musibah bencana alam itu, yaitu 25 unit rumah rusak berat, 12 unit rusak ringan, dan 34 unit rumah terdampak. (ase)