Belum Ada Bukti Kuat pada Terduga Penyerang Novel

Foto penyidik KPK Novel Baswedan yang dibawa para warga yang bersimpatik.
Sumber :
  • ANTARA FOTO/Andreas Fitri Atmoko

VIVA.co.id – Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol Setyo Wasisto mengakui belum ada bukti kuat terkait pemeriksaan seseorang yang diduga berkaitan dengan penyerangan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan.

"Belum (ada bukti kuat). Masih dicek bukti-bukti lain," kata Setyo dalam konferensi pers, Rabu malam, 10 Mei 2017.

Hanya saja, Setyo memastikan bahwa kepolisian memang masih melakukan pemeriksaan mendalam terhadap seseorang bernama AL, yang diamankan di wilayah Jakarta.

Menurut Setyo, oknum bernama AL itu didapat dari hasil pengembangan pemeriksaan terhadap Novel Baswedan di Singapura. "Di sana (Singapura) didapatkan keterangan satu orang yang mencurigakan," kata Setyo.

Sementara itu, Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Raden Prabowo Argo Yuwono membenarkan bahwa tidak ada penahanan terhadap seseorang yang diduga berkaitan dengan penyerangan Novel Baswedan.

Sebabnya, tidak ada bukti kuat yang bisa membuat kepolisian langsung melakukan penahanan. "Tidak diamankan, kami cek dulu benar atau tidaknya. Makanya kami tanya, ada informasi si A pelaku, ini kami cek," kata Argo.

Penyidik KPK Novel Baswedan sebelumnya menjadi korban penyerangan dua orang tak dikenal dengan air keras pada Selasa, 11 April 2017 di sekitar kediamannya.

Hingga kini belum diketahui siapa penyerang dan apa motif tindakan kekerasan terhadap penyidik KPK yang sedang menangani kasus korupsi e-KTP tersebut. Tidak ada saksi langsung dan Novel juga masih menjalani perawatan intensif karena matanya hampir mengalami kebutaan.