Latihan Perang di Natuna, Meriam China Tak Dipakai Lagi

Presiden Joko Widodo dan Panglima TNI di Natuna, Jumat, 19 Mei 2017
Sumber :
  • VIVA.co.id / Foe Peace

VIVA.co.id – Tentara Nasional Indonesia menggelar puncak latihan Pasukan Pemukul Reaksi Cepat  TNI 2017 di Tanjung Datuk, Natuna, Kepulauan Riau, Jumat, 19 Mei 2017.

Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo menjadi pimpinan umum latihan dalam kegiatan tersebut. Acara itu juga dihadiri langsung Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo. Jokowi tiba di lokasi sekira pukul 10.15 WIB dengan menaiki mobil RI 1. Ia terlihat menggunakan jaket berwarna hijau dipadu dengan celana jeans biru serta sepatu hitam.

Dari pantauan di lokasi, tempat kegiatan tersebut terletak di sebuah bukit, hutan, laut, yang ada di kawasan sekitar Tanjung Datuk. Berbagai alat utama sistem persenjataan (alutsista) canggih milik TNI, mulai dari tank meriam, hingga pesawat Sukhoi yang akan digunakan dalam latihan sudah siap di posisinya.

Meski ada insiden yang menyebabkan empat prajurit Batalyon Artileri Pertahanan Udara Ringan 1/Divisi Infanteri 1 Komando Strategis Angkatan Darat (Yon Arhanud1/Divisi Infateri 1 Kostrad) gugur akibat tertembak salah satu meriam Giant Bow saat latihan pada Rabu 17 Mei 2017 lalu, hal tersebut tak serta merta membuat hari puncak latihan PPRC terganggu dan tetap sesuai yang diagendakan.

Hanya saja memang lokasi kejadian insiden tersebut nampak mendapatkan penjagaan agar tak rusak oleh warga yang ingin mendekat. Lokasi kejadian itu sendiri terletak di sisi utara bukit yang dipakai latihan PPRC.

"Tujuannya latihan PPRC, pasukan Kostrad melakukan tindakan terhadap pasukan separatis bersenjata. Di wilayah Kepri ini, dibantu oleh negara tertentu, sehingga gerakan separatis ini ingin memisahkan diri dari Republik Indonesia," ujar Panglima Komando Strategis Angkatan Darat (Pangkostrad) Letjen TNI Edy Rachmayadi di Tanjung Datuk, Natuna, Kepulauan Riau (Kepri), Jumat, 19 Mei 2017.

Dalam kesempatan itu, Edy juga bertindak selaku Direktur latihan PPRC. Dia menegaskan seluruh meriam Giant Bow tak akan beroperasi pada puncak pelatihan PPRC mengingat adanya insiden tersebut.

"Itu sudah protap. Kalau ada masalah satu potong,  itu kita hentikan," ucap pria yang juga Ketua Umum Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PPSI) itu.

Banyaknya warga sekitar yang berbondong-bondong mendatangi lokasi untuk menonton langsung kegiatan tersebut, seolah-olah bukti bahwa insiden yang mengugurkan empat prajurit yang latihan PPRC itu tak membuat warga sekitar urung datang menyaksikan kegiatan puncak PPRC. Mereka rela datang sejak pagi hari mulai dari pukul 07.00 WIB ke lokasi. Padahal acara baru dimulai pukul 10.00 WIB.

"Anak-anak mau lihat kendaraan (alutsista) tentara. Soalnya canggih tak pernah lihat. Dari kemarin sudah tak sabar mereka minta kesini," kata salah satu warga bernama Sri (45).

Acara itu sendiri bertema PPRC TNI menghancurkan kekuatan musuh di Natuna guna mengembalikan keutuhan wilayah nasional dalam rangka mendukung tupok TNI. Ada sebanyak 13 materi demonstrasi yang akan dilakukan di darat, laut dan udara sekitar kawasan Tanjung Datuk.

Selain Gatot, dan Jokowi, hadir pula sebanyak 23 Gubernur di Indonesia hadir dalam kegiatan tersebut yang sebelumnya telah menjalani pembaretan bela negara. Salah satunya adalah Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo. Kemudian beberapa menteri pun juga hadir, di antaranya Menteri Pertahanan (Menhan) Ryamizard Ryacudu dan Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tjahjo Kumolo dan Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Puan Maharani. Tak lupa pula para petinggi TNI pun nampak pada kegiatan itu.

Dimulai pukul 10.15 WIB, kegiatan puncak PPRC usai sekira pukul 11.07 WIB. Seluruh rangkaian demonstrasi yang dilakukan berjalan dengan lancar tanpa menimbulkan kendala. Demonstrasi yang diwarnai dengan penembakan menggunakan meriam hingga helikopter ke laut nampak mengesankan.

Demonstrasi yang ditunjukkan membuat kagum Jokowi yang terlihat bertepuk tangan. Warga sekitar yang menyaksikan pun menyampaikan pujiannya kepada anggota TNI yang melaksanakan kegiatan PPRC dengan cara bertepuk tangan pula.

Sedangkan personel yang mengikuti kegiatan itu sendiri ada sebanyak 5.899 personel dengan ratusan alutsiata. Berikut rincian alutsista yang digunakan dalam hari puncak PPRC:

Satgasrat
15 unit Astros
6 unit Mer 155 Cesar
6 unit Mer 76
6 unit Mer 105
9 cuk Meriam Giantbow (tidak diaktifkan)
2 unit MI 17
2 unit MI 35
9 unit Helly Bell 412
15 unit MBT Leopard
1 unit Recovery Tank
1 uniy Tank AVLB
1 unit Transporter/Kontener Tooklit
19 unit M113 A1
12 unit Marder
4 unit Anoa
10 unit Sea Raider
10 unit Jet Sky
2 unit KMC
6 unit LCR
5 unit Alat Selam

Satgasla
1 KRI Klas Sigma (KRI DPN-365)
1 Korvet (KRI FTH-361)
1 BCM (KRI SRG-911)
1 LPD (KRI SBY-591)
2 KRI Klas FPB (KRI SWR-646/SUR-645)
2 KRI Klas Parchim (KRI PTM-371/SRE-386)
5 Tank Amfibi BMP 3F (Marinir)
7 LVT-7 (Marinir)
10 unit Perahu Karet (Marinir)
4 Sea Rider (Kopaska)
3 unit Perahu Karet (Kopaska)
2 Heli Bell

Satgasud
1 FLT PTTA (SKD 51 SPO 1)
1FLT BTU (4 PSW HAWK)
1 FLT SUL (4 PSW F-16)
1 FLT LINUD (6 PSW C-130)
1 FLT KDOL/DALPUR/TAIFIB (CN-235& CN-295)
1 FLT JUN SANDHA (CN-235)
1 FLT STBY SAR (1 HELLY)
1 FLT JUN OP3U (3 CN-295)
1 FLT PUR UDARA (2 SU-27)
1 FLT BULSI PUR UDARA (2 F-16)